Archive for the 'the Darknight Me..' Category

New year will never be the same anymore.

I’m not really into celebrating new years or big days excitedly. Just a “yay new year, oops I’m getting older” kind of thought that comes to my mind usually. But I don’t think it will never ever ever be the same anymore.

Lanjutkan membaca ‘New year will never be the same anymore.’

Mudik yang bukan mudik

Selama ini Ma dan keluarga di rumah ga pernah mudik lebaran, kecuali kalo lagi sekolah. Kenapa? Karena rumahnya ya di Palembang, keluarganya hampir semua di Palembang. So it’s safe to say that ya kampung halamannya ya di Palembang. Jadi tiap lebaran ya dirayain di rumah aja.

Lanjutkan membaca ‘Mudik yang bukan mudik’

My kind of “new normal”

Setelah lebih tujuh bulan beneran bertahan #dikamaraja, Ma mulai berusaha untuk latian keluar rumah. Soalnya udah lama banget ga keluar rumah, jadi setiap kali harus keluar rumah gitu cemasnya itu lho ga nyaman banget. Jadi berasa banget, kalo orang orang kudu “new normal” dengan membuat mereka jadi lebih taat protokol kesehatan dan mengurangi frekuensi keluar rumah, latian “new normal” aku dengan belajar keluar rumah, ga jantungan setiap harus ke luar rumah, ga emosik tiap liat orang si tempat umum gapake masker, dan ga menuhin tas dengan semua pernak pernik desinfektan dll.

Lanjutkan membaca ‘My kind of “new normal”’

Tekak Bantah

Ada yang tau ga apa arti “tekak bantah”? 😂

Semacam bebel atau ga nurut omongan gitu deh. Siapa yang Ma mau bilangin tekak bantah ini? Ma sendiri. Ma baru sadar kalo Ma ini bener bener tekak bantah, dan anehnya pengakuan tekak bantah ini nongolnya baru minggu ini, setelah IHSG merah merona semingguan. So random rite? I know. 😂

Lanjutkan membaca ‘Tekak Bantah’

Realizing my 2020 resolution.

Walking into finishing the second week of 2020 feeling productive and such, I just realized that I didn’t really proclaim any official resolution like I used to.

Before checking my old post, I think my resolution was used to be about work, or stuffs? But as I track back for the sake of finding my reference, I learned that it didn’t change as much from 2013. I didn’t change much. Or was it that finally I got back on track?

Menjadi Kartini.

Lanjutkan membaca ‘Realizing my 2020 resolution.’

Trying to be back

I’m trying to be back being productive here. Hence me writing here again as a starter. Funny story, I used to blog a lot before being super productive doing my work, up to the point where I motivate myself to start working again with blogging first, hoping the rest of the routine will follow soon. I hope so. I want it. I need it.

TBH, 2019 isn’t going really well for me so far. I lost some of my things that my shrink called “places you charge your mental energy” in late 2018 to early 2019. I think I lost all three of them currently, -ish. I’m working on it to get things back in place tho. Slowly. Patiently. Starting with things that needed to be accepted, life.

Lanjutkan membaca ‘Trying to be back’

(Un)happy ten years anniversary, my blog.

I plan to write exactly at April 9th, but I was preoccupied. So I write now. It was supposed to be a happy post, because it’s my ten anniversary with this blog, where I met a lot of influential people in my live, my friends, my fellow geeks, whom I seldom find in my real life.

I want to write about each of them, about each of the memories, about all the feelings, but all I can think of is about one particular post, and one particular person. This post, and the person behind this post, Sora.

IMG_124929618343916

Lanjutkan membaca ‘(Un)happy ten years anniversary, my blog.’

The most depressing game, so far.

Gak tau kenapa Ma ada impuls pengen ngepos ini, yang pasti Ma gak mau main gem ini lagi. Mungkin karena terlalu realistis atau bikin depresi kali ya?

image

Lanjutkan membaca ‘The most depressing game, so far.’

Diingetin (lagi-lagi). Amor Fati.

Why do you break my wings and make me crawl?
Why do you belittle and shun me?

Salah satu kebiasaan jelek Ma kalo lagi bad mood atau lagi ada masalah, dwelling. Caranya? Muter lagu lagu yang sengaja di-pas-in sama kondisi yang lagi dirasain saat itu. Semacam nambahin penderitaan sendiri gitu, naburin garem di luka? Padahal ada temen yang Ma lupa siapa yang bilang kalo jangan banget kalo lagi sedih dengerin lagu sedih, nanti tambah jadi aja. Apa Ma nurutin omongan itu? Apparently, not.

Lanjutkan membaca ‘Diingetin (lagi-lagi). Amor Fati.’

Travel when your heart fluttered, don’t wait until your feet did.

Sampai sekarang Ma masih belom yakin dimana Ma pertama kali denger/liat/baca kalimat itu. Bisa jadi dari salah satu halaman buku, atau quote di twitter atau fanpage-nya Paulo Coelho, atau dari twit para travel blogger, malahan mungkin juga dari hasil nonton acara variety show Korea. Serius Ma gak inget lagi dari mana.

Ma inget banget karena ini salah satu travel quote favorit Ma, dan sering dipake Sara untuk mempengaruhi Ma supaya beli tiket buat jalan jalan. “Kapan lagi kak?” Katanya

Yang pasti, sekarang kalimat ini lagi kerasa banget.

index

Kenapa? Kaki Ma udah gemeteran?

Lanjutkan membaca ‘Travel when your heart fluttered, don’t wait until your feet did.’

Perdana akademis selanjutnya.

Yak, perdana selanjutnya ini perdana persentasi oral di conference. Tetep aja sih cupu, masa udah seumur gini baru present perdana di conference. Tapi ikhlasin aja ya, soalnya Ma juga nyemplung ke dunia akademisnya baru. 😛 #alasan

View this post on Instagram

Presentasi oral perdana, dobel, check! #Jakmed

A post shared by Rizma (@rizmaadlia) on

Jadi, perdana presentasi Ma ini di Jakmed, semacam acara medical education yang ada di UI. Iya, bener. Ma bukan orang medical education. Tapi kayanya aneh aja kalo kita gak sedikitpun concern sama masalah yang ada di depan mata kita, yang bener bener salah dan sebenernya kalo semuanya mau buka mata, kita bisa bikin sesuatu positif dari itu. Masalahnya, Ma gak ngerti juga kenapa pada nganggep gak ada yang salah.

Lanjutkan membaca ‘Perdana akademis selanjutnya.’

Procrastination. Should’ve seen it coming, Ma!

Sebenernya Ma udah sadar kok begitu tanda-tandanya mulai. Pertama, begitu Ma pulang dari dua sesi conference IPE Malay-Jogja yang back-to-back, selisih satu hari doang kalo gak salah. Kalo dibilang cape banget sih ya nggak, soalnya kan naek pesawat, bukannya jalan kaki. Tapi ya tetep aja, cape dan hmmmm… hustle(?) kayanya.

procrastination Lanjutkan membaca ‘Procrastination. Should’ve seen it coming, Ma!’

(I’m) possible!

Jadi ceritanya nih, Ma sempet jadi sok sibuk di minggu tertentu di bulan Maret kemaren. Gegayaan ke Malay dan lanjut ke Jogja buat dateng di conference dengan topik yang sama, IPE. IPE ini kepanjangannya Interprofessional Education, salah satu topik medical education (yang sama kurang terkenalnya) yang kayanya masih kurang populer di dunia kedokteran Indonesia. Singkatannya aja gak populer banget. 😛

impossible

Jadi, semacam apa sih IPE ini? Terus hubungannya sama judul (I’m) possible itu apa?

Lanjutkan membaca ‘(I’m) possible!’

Tentang weekend di Jogja minggu ini (?) (Sebenernya bingung mau kasih judul apa~)

Ribet ya? Ngasih judul aja bingung banget. 😛

Jadi intinya Ma ini mau cerita tentang pengalaman Ma dateng di acara hari Sabtu-Minggu ini di Jogja. Sebenernya Ma dateng ke acaranya itu rada rempong, soalnya hari Rabu malem-nya Ma baru pulang dari Malay, jadi masih lumayan cape. Belom lagi kenyataan kalo karena Ma pergi di tanggal yang sebenernya Ma ada jadwal kuliah ke Jogja, tiket Tiger promo Ma jadi gak kepake. Emang dapet yang 600k PP sih, tapi tetep aja. 😦

Lanjutkan membaca ‘Tentang weekend di Jogja minggu ini (?) (Sebenernya bingung mau kasih judul apa~)’

The art (or tricks) of social media.

“As if every thought that tumbles through your head was so clever it would be a crime for it not to be shared. The Internet’s not written in pencil, Mark, it’s written in ink.” Erica Albright to Marc ZuckerbergThe Social Network.

Simpsons_social_mediaSemua orang bisa menulis di media sosial. Itu satu hal yang Ma yakin semua orang tau. Itu salah satu daya tarik utama kenapa orang memilih menggunakan media sosial, to be heard. Didengar, diketahui isi kepalanya itu menyenangkan, terutama untuk tipe orang yang ekstrovert. Kita juga bisa berinteraksi dengan orang yang ratusan kilometer jauhnya dari kita, ‘bertemu’ dengan orang-orang dengan hobi dan sifat yang sama dengan kita, punya fans, ‘likers’, ‘followers’ atau apapun namanya yang kita gak kenal tapi mereka bersedia, bahkan kadang mendukung dengan sepenuh hati pendapat kita, juga jadi punya tempat berdiskusi tentang ribuan hal yang kita pengen bahas. Social media is a beautiful thing, isn’t it?

Lanjutkan membaca ‘The art (or tricks) of social media.’


Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 963.322 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?