Archive for the 'Other thought..' Category

New year will never be the same anymore.

I’m not really into celebrating new years or big days excitedly. Just a “yay new year, oops I’m getting older” kind of thought that comes to my mind usually. But I don’t think it will never ever ever be the same anymore.

Lanjutkan membaca ‘New year will never be the same anymore.’

Kecantol nonton badminton

Funny how big groundbreaking news didn’t trigger me to write yet my new hobby does. Iya, nonton badminton. Lebih tepatnya kenalan sama akun badminton di Twitter yang lanjut bikin aku nonton acara badminton dan akhirnya aku mikir hal yang lebih intense daripada sekedar “seru ya nonton badminton 🏸 “

Lanjutkan membaca ‘Kecantol nonton badminton’

The unsung heroes of medicine

Nontonin Hospital Playlist season 2 ini lumayan roller coaster juga ya, sejauh ini aku punya dua episode fave, ep 6 sama ep 9, yang mau aku bahas kali ini. Sejujurnya Sara udah pernah bahas ini, dan aku awalnya ga ada niatan untuk nulis disini, tapi karena ada kejadian yang lumayan relate dengan topik ini di kelas minggu lalu, aku jadi kepikiran.

Lanjutkan membaca ‘The unsung heroes of medicine’

Akhirnya COVID-19 masuk rumah juga.

Sebenernya, kalo dipikir pikir pintu masuk COVID-19 di rumah bukannya dikit, Papa masih praktek di Azzahra, Sara juga kerja di RSUD dan Charitas yang rumah sakit rujukan COVID-19, Mama sebelom jaman PPKM masih berangkat berangkat keluar kota buat kerjaan KKI, dan perawat nekno masih PP ke rumahnya masing-masing.

Lanjutkan membaca ‘Akhirnya COVID-19 masuk rumah juga.’

Cetusan tengah malem

Niatnya aku mau nonton drama buat seneng seneng, lucu lucuan, hepi hepi. Eh ternyata ter-trigger dengan scene yang relate hampir sepuluh tahun yang lalu. It creates a flicker inside, just a flicker tho. It’s a memory anyway, it’s already in a past.

Lanjutkan membaca ‘Cetusan tengah malem’

My kind of “new normal”

Setelah lebih tujuh bulan beneran bertahan #dikamaraja, Ma mulai berusaha untuk latian keluar rumah. Soalnya udah lama banget ga keluar rumah, jadi setiap kali harus keluar rumah gitu cemasnya itu lho ga nyaman banget. Jadi berasa banget, kalo orang orang kudu “new normal” dengan membuat mereka jadi lebih taat protokol kesehatan dan mengurangi frekuensi keluar rumah, latian “new normal” aku dengan belajar keluar rumah, ga jantungan setiap harus ke luar rumah, ga emosik tiap liat orang si tempat umum gapake masker, dan ga menuhin tas dengan semua pernak pernik desinfektan dll.

Lanjutkan membaca ‘My kind of “new normal”’

Tekak Bantah

Ada yang tau ga apa arti “tekak bantah”? 😂

Semacam bebel atau ga nurut omongan gitu deh. Siapa yang Ma mau bilangin tekak bantah ini? Ma sendiri. Ma baru sadar kalo Ma ini bener bener tekak bantah, dan anehnya pengakuan tekak bantah ini nongolnya baru minggu ini, setelah IHSG merah merona semingguan. So random rite? I know. 😂

Lanjutkan membaca ‘Tekak Bantah’

Tentang personal finance

Jadi, kemaren mendadak IG story full dengan repost-an mahasiswa yang mau ikutan free webinar dari akun akun info kedokteran gitu. Sebenernya bukan pemandangan baru sih, karena udah beberapa kali aku liat. Tapi yang bikin Ma jadi merespon itu karena topiknya, tentang personal finance untuk dokter. 💵

Lanjutkan membaca ‘Tentang personal finance’

I don’t know myself that much afterall, dan botol skinker kosong.

Selama ini Ma ngira Ma cukup tau sama diri sendiri, tentang apa yang Ma suka dan yang Ma ga suka, tentang sifat, hobi, tipe kesukaan dan pola sehari hari. Tapi belakangan ini Ma baru sadar kalo sebagian dari hal yang dulunya Ma anggep sebagai sifat Ma ternyata salah, juga Ma baru ngeh pola bicara dan gaya Ma yang orang lain biasa liat. Kaget sih.

Lanjutkan membaca ‘I don’t know myself that much afterall, dan botol skinker kosong.’

Pensieve and Obliviate

Obliviate is my favorite Harry Potter’s spell, and Pensieve is my favorite magical relic. For some reason, the ability to store and forget selected memories fascinate me. Until I realize that I did that too, forgetting things on purpose, whether it’s conscious or unconsciously. Repression.

Pensieve
Lanjutkan membaca ‘Pensieve and Obliviate’

(Un)happy ten years anniversary, my blog.

I plan to write exactly at April 9th, but I was preoccupied. So I write now. It was supposed to be a happy post, because it’s my ten anniversary with this blog, where I met a lot of influential people in my live, my friends, my fellow geeks, whom I seldom find in my real life.

I want to write about each of them, about each of the memories, about all the feelings, but all I can think of is about one particular post, and one particular person. This post, and the person behind this post, Sora.

IMG_124929618343916

Lanjutkan membaca ‘(Un)happy ten years anniversary, my blog.’

The weight of my father’s prayer

It is the first time I took it off after the first day my father gave it to me.
It’s been with me everyday since the first day he gave it to me.

I don’t know how long has it been, I barely remember the story behind it as well. All I remember is the weight of my father’s prayer it has.

I forgot whether he got it from Iran or Iraq, but I remember that the White Onyx was a fragment of a renovated mosque’s appendage; again, I forgot whether it came from a dome, the pillar, or the wall of the mosque. I remember the mosque was quite a famous one too.

Long story short he was given several stone fragments from the mosque and he gave it to me among all the other stones (I forgot whether that is the only White Onyx or the biggest one) and said that he, ust Umar (his friend and his tour leader) and a local (I think he was the mosque’s guardian or something?) was praying for me to be married (soon? I guess).

I know that he and all my family know how much I dislike wearing jewelry. I don’t even like to do watch. But he went himself to the idk what it called to have it beautifully made and ask me to wear it.

I couldn’t tell him no.
I didn’t want to, tho.

So I did, and I still do.

But it’s still not happening until now.
I am sorry.

necklace

PS: I wrote on my birthday eve, but never get the chance to publish it.

Personal preference.

Masalah orang kalo udah umurnya hampir 30 tapi boro boro nikah, pacar aja gak ada, ya ini. Kenapa gak punya pacar? Emang carinya yang kayak gimana? Ma kebanyakan milih kali?

Bingung jawabnya. 😆

Dari sekitar dua bulan dari Ma putus (tahun 2010 kalo nggak salah) sampe tadi siang, pertanyaannya tetep sama, tapi jawabannya berevolusi, sama aja dengan pikiran Ma tentang pertanyaan itu. Waktu awal awal, bilangnya bisa dengan pede dengan template kayak gini -> Kalo emang belom nyari, terus bilang kalo Ma nggak punya tipe, yang penting orangnya suka sama Ma, dan jawaban itu bertahan sekitar dua tahunan, sampe akhir 2012. Mulai 2013 mulai nggak sepede kemaren kemaren, tapi jawabannya tetep sama. Sekarang? Bingung Ma jawabnya. Jelas dong Ma gak ada rencana buat selibat, tapi ya gimana dong? Emangnya Ma yang pasang tanda larangan masuk, gitu?

Well, sebenernya mungkin tanda larangan masuk itu nggak secara nyata keliatan, tapi mungkin ada dikit-dikit. Ma baru sadar banget itu soalnya sebelomnya rada sadar sih, tapi semacam denial setelah Ma pulang dari Jogja weekend kemaren. Tahun ini Ma dikenalin dengan beberapa orang, dan kayanya satupun gak ada yang ter-follow up lagi sekarang. Ada yang karena jadwal gak cocok jadinya lama lama jarang kontak, ada juga yang Ma-nya udah keburu nggak suka, jeleknya Ma ini kalo udah nggak suka, mau dibikin jadi biasa apalagi jadi suka itu susah bener.

Yang anehnya, Ma sempet beberapa kali suka ngeliat orang yang selewat Ma temuin di Jogja atau di airport. Ma baru sadar kenapa Ma cepet tertarik sama beberapa orang itu, mereka punya sifat atau barang yang sama dengan yang Ma punya! Aneh banget. Serius.

Ma baru sadar anehnya Ma itu waktu Ma ngeliatin lebih dari dua menit satu cowok yang duduk di depan Ma di pesawat dan baru sadar kalo setengah menitnya itu Ma pake buat ngeliatin ranselnya yang desainnya mirip banget dengan yang Ma biasa pake. Juga suka lucu lucuan sama orang yang Ma baru kenal sekitar 30 menit di acara book fair di Jogja karena dia suka buku yang sama dengan Ma, terus dia hobinya traveling, lebih garis keras dari Ma malahan.

Mungkin ini bukan penemuan yang luar biasa banget atau gimana kali ya, tapi minimal laen kali kalo ditanya Ma maunya cari yang kayak gimana, Ma bisa bilang kalo minimal Ma bisa dikasih tau dulu apa sifat yang mirip antara Ma dan orang itu, supaya udah ada ketertarikan dulu, daripada Ma udah keburu gak suka, dibikin jadi netral-nya itu lebih susah, je. 😛

OOT: Ma sampe sempet kepikiran mau kontak temen Ma yang cowo dan belom nikah buat semacam ngelamar dia gitu, soalnya minimal kalo udah jadi temen Ma, artinya ada hal yang Ma suka dari orang itu kan. That sounds desperate. Well. maybe I am.

Seneng dan malu punya mahasiswa rajin.

Jadi ceritanya, sekarang udah gilirannya mahasiswa 2011 untuk masuk musim skripsi lagi. Kalo taun kemaren dunia bimbingan skripsi Ma gak berwarna karena cuma dapet bimbingan dua, alias spesialis koreksi-edit-ngikutin pengennya pembimbing pertama, sekarang Ma bisa punya anak bimbingan pertama, alias bimbingan substansi. Hepi! 😆

contoh-judul-skripsi-ilmu-pemerintahan Lanjutkan membaca ‘Seneng dan malu punya mahasiswa rajin.’

Procrastination. Should’ve seen it coming, Ma!

Sebenernya Ma udah sadar kok begitu tanda-tandanya mulai. Pertama, begitu Ma pulang dari dua sesi conference IPE Malay-Jogja yang back-to-back, selisih satu hari doang kalo gak salah. Kalo dibilang cape banget sih ya nggak, soalnya kan naek pesawat, bukannya jalan kaki. Tapi ya tetep aja, cape dan hmmmm… hustle(?) kayanya.

procrastination Lanjutkan membaca ‘Procrastination. Should’ve seen it coming, Ma!’


Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 963.322 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?