The unsung heroes of medicine

Nontonin Hospital Playlist season 2 ini lumayan roller coaster juga ya, sejauh ini aku punya dua episode fave, ep 6 sama ep 9, yang mau aku bahas kali ini. Sejujurnya Sara udah pernah bahas ini, dan aku awalnya ga ada niatan untuk nulis disini, tapi karena ada kejadian yang lumayan relate dengan topik ini di kelas minggu lalu, aku jadi kepikiran.

What do you mean when you say “the unsung heroes?” Kurang lebih semacam orang orang yang kurang ter-ekspos keberadaannya, tapi berjuang keras dan memiliki posisi sama pentingnya dengan profesi yang terkenal lainnya. Dalam drama (dan kasua di kelas aku) ini yang lagi dibahas adalah profesi kesehatan. Pasien dan keluarganya kebanyakan secara umum taunya yang membantu dan menyelamatkan mereka adalah dokter penanggung jawabnya, atau DPJP-nya. Biasanya juga kalopun udah sembuh, ucapan terima kasihnya juga spesifik ke dokternya itu aja. Padahal dalam suatu pelayanan kesehatan, banyak banget sistem yang disiapkan dan dilaksanakan supaya pasien itu bisa sembuh dan pulang dengan sehat dan bahagia.

Kalo di drama ini, ada beberapa profesi yang dibahas. Pertama, tentang ER atau IGD. Kadang peran IGD ini suka dianggap tempat parkir sementara sebelom masuk bangsal, padahal keberadaan tim IGD ini penting banget, krusial malah. Setiap menit berharga, dan semakin bagus penanganan pertama saat pasien diterima, maka peluang hidup dan keberhasilan tindakan juga semakin besar.

Tapi kenapa ga dianggap penting? Karena orang jarang ada lama di IGD kan? Jadi ga sempet ngerasain manfaatnya ada IGD itu. Sebagai orang orang yang memilih untuk ada di posisi yang ga terlalu ngejreng itu, mampu memotivasi diri sendiri dan percaya dengan kemampuan jadi super penting. Value yang kuat bahwa kita disini ada untuk bekerja dengan baik, dan apabila kondisi pasien menjadi baik setelah ditatalaksana di IGD, terlepas dari mereka kenal atau berterima kasih sama kita, sudah merupakan kepuasan untuk kita sendiri. Jadi kita ga perlu ngandelin affirmasi dari orang lain.

Yang kedua ada tentang tim perawat, di drama ini spesifik untuk tim perawat NICU. Poin disini bukan di motivasi pribadi, tapi bagaimana profesi dan orang lain, seperti DPJP-nya, memperkenalkan dan mengedukasi pasien bahwa ada orang orang yang “berada di belakang layar” yang berjuang demi anak anak mereka 24 jam per hari. Disini diperlihatkan bahwa edukasi itu penting banget, dan bahwa an appreciation goes a long LONG way.

Dalam beberapa kondisi kadang sesama profesi kesehatan merendahkan profesi kesehatan lain, padahal dengan kita mengapresiasi profesi lain tidak akan membuat profesi kita jadi lebih rendah. Karena fokus kita ada di pelayanan dan keselamatan pasien, kerja tim, jadi saling support dan meng-acknowledge peran satu sama lain jadi sangat penting. Dengan saling menghargai peran satu sama lain, teamwork bisa jadi lebih baik, selain itu bisa mengedukasi masyarakat bahwa banyak peran yang penting di bidang kesehatan, bukan cuma yang mereka liat di depan muka aja.

Sebenernya ada bahasan tentang spesialis radiologi juga, yang digambarkan dengan sangat bagus disini. Tapi aku agak sulit menjelaskannya, mungkin lebih pas dengan penjelasan Sara yang juga ada di profesi tersebut ya. Intinya sih sama, semua profesi itu ada kepentingannya dan kompetensinya masing masing. Kalo tujuannya untuk keselamatan dan kesehatan pasien, mestinya ga perlu ngerasa bisa semua, dan dengan senang hati mau konsul dan kolaborasi dengan teman teman yang punya kompetensi lebih.

Terus, hubungannya sama kuliahan apa?

Jadi, Ma sekarang kan ngajar di FKM ya, salah satu kelasnya tentang manajemen SDM Kesehatan. Di dua kelas pertama, aku coba kasih pengantar, diskusi, dan ngasih mereka data dan laporan dari Bappenas tentang kondisi SDM Kesehatan di Indonesia. Susah banget tapi narik diskusinya, yang aktif cuma itu itu aja, terus dari jawaban-jawabannya mengesankan kalo yang penting diurusin dan dibahas dari SDM Kesehatan cuma dokter aja. Gemes banget aku, I was thinking “wait, don’t you think your profession is important too?”

Terus di minggu ketiga ada presentasi gitu kan, parah sih ga ada interaksi terus presentasinya practically cuma kopas dari laporan Bappenas aja tanpa analisis tanpa kesimpulan. Ga ada yang nanya juga. Akhirnya aku tanya kan, dan (disappointed but not surprised) jawabannya muter muter di dokter, pendidikan kedokteran, bolak balik di dokter, sampe bilang bahwa “profesi dokter paling penting jadi perlu paling diperhatikan”. Semacam cuma ada satu jenis profesi kesehatan gitu kali ya? NGL I was frustrated.

Ini yang bikin aku sampe mikir untuk nulis disini, soalnya kan yang ep 6 aku gasampe tulis kesini kan ya? Yang bikin kesalahan dan menunjukkan empati gitu. Mungkin karena aku udah puas tulis di IG dan di Twitter, mungkin juga karena ga ada trigger tambahan kayak gini. 😂😂😂

Aku pengennya mereka bisa take pride of their own profession and competence. Soalnya salah satu imbas ga pede-nya itu berujung dengan kurangnya keinginan untuk edukasi dan tampil di masyarakat. Aku pernah tanya kenapa ga mau sering edukasi di social media, banyak yang bilang karena ngerasa orang lebih percaya kalo dokter yang ngomong, kalo sama orang kesmas ga dipercaya. Padahal banyak banget poin utama penanganan COVID-19 itu di epid dan promkes. It might take a long way, but I don’t think it’s impossible.

Wish me luck, guys! 💪🏼❤️

Cheers!

0 Tanggapan to “The unsung heroes of medicine”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 963.326 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?


%d blogger menyukai ini: