Tugas IKM; Tinjauan Pustaka Asuransi Kesehatan

Ini TA yang dibikin sama Asil dan Mita, angkatan 2007 waktu stase IKM. Karena kayanya Ma bakal sering ngasih tugas TA tentang asuransi kesehatan, dan Ma punya kecenderungan lupa naro soft copy tugas lama untuk mempermudah bikin tinjauan pustakanya, jadi Ma titip disini ajalah ya.😛

Go BPJS 2014! #apasih

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Asuransi Berdasarkan Undang-Undang

Menurut D.S. Hansel, asuransi merupakan suatu cara untuk mengumpulkan dana dari masyarakat (pemegang polis) dalam bentuk premi dan sebagai imbalannya setiap peserta berhak memperoleh pembayaran sejumlah dana apabila terjadi peristiwa atau musibah tertentu.Asuransi merupakan suatu gejala hukum atau fenomena hukum. Bila ditinjau dari segi hukum, asuransi merupakan suatu persetujuan dan harus tunduk kepada ketentuan hukum perjanjian.1

Mempelajari hukum asuransi, berarti mempelajari ketentuan hukum yang mengatur tentang perjanjian, oleh karena itu sumber hukum asuransi adalah:1

  1. KUHPdt (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) terdiri dari 4 buku, yang masing-masing mengatur hal-hal sebagai berikut :

    1. Buku ke I mengatur tentang orang (van personen), dibagi dalam 18 bab, yang terdiri dari pasal 1 sampai dengan pasal 198.

    2. Buku ke II mengatur tentang kebendaan (van zaken), dibagi dalam 21 bab, yang terdiri dari pasal 199 sampai dengan pasal 1232 (1034 pasal).

    3. Buku ke III mengatur tentang perikatan (van verbintenissen), dibagi dalam 18 bab, yang terdiri dari pasal 1233 sampai dengan pasal 1864 (632 pasal)

    4. Buku ke IV mengatur tentang pembuktian dan daluarsa (van bewjis en verjaring), dibagi dalam 7 bab, yang terdiri dari pasal 1865 sampai dengan pasal 1993 (129 pasal).

  2. KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) terdiri atas 2 buku, yang masing-masing mengatur hal-hal sebagai berikut :

    1. Buku ke I mengatur tentang perdagangan pada umumnya, yang dibagi dalam 10 bab, dan terdiri dari pasal 1 sampai dengan pasal 308. Ketentuan yang mengatur tentang asuransi yaitu pada bab ke 9 (pasal 246- pasal 286) dan pada bab ke 10 tentang pertanggungan terhadap bahaya kebakaran, terhadap bahaya yang mengancam hasil pertanian di sawah dan tentang pertanggungan jiwa (pasal 287- pasal 308).

    2. Buku ke II mengatur tentang hak dan kewajiban yang timbul dari pelayanan, yang dibagi dalam 13 bab, terdiri dari pasal 309 sampai dengan pasal 754 (446 pasal). Ketentuan yang mengatur tentang asuransi yaitu pada bab ke 9 tentang pertanggungan terhadap bahaya-bahaya laut dan bahaya-bahaya perbudakan (pasal 592-pasal 685), bab ke 10 tentang pertanggungan terhadap bahaya-bahaya pengangkutan di darat dan di sungai-sungai serta perairan pedalaman (pasal 686 – pasal 695), bab ke 11 yang mengatur tentang kerusakan (pasal 696- pasal 740) dan bab ke 12 tentang ketentuan hapusnya perikatan-perikatan dalam perniagaan laut (pasal 741-pasal 747) sedangkan gugurnya tuntutan asuransinya (pasal 746).

Dalam KUHD pasal 246 memberikan pengertian tentang “asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tentu”.1

  1. Sejarah Asuransi Kesehatan di Indonesia

Perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia berjalan sangat lambat dibandingkan dengan perkembangan asuransi kesehatan di beberapa negara tetangga di ASEAN. Penelitian yang seksama tentang faktor yang mempengaruhi perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia tidak cukup tersedia. Secara teoritis beberapa faktor penting dapat dikemukakan sebagai penyebab lambatnya pertumbuhan asuransi kesehatan di Indonesia, diantaranya deman (demand) dan pendapatan penduduk yang rendah, terbatasnya jumlah perusahaan asuransi, dan buruknya kualitas fasilitas pelayanan kesehatan serta tidak adanya kepastian hukum Indonesia.6

Penduduk Indonesia pada umumnya merupakan risk taker untuk kesehatan dankematian. Sakit dan mati dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang religiusmerupakan takdir Tuhan dan karenanya banyak anggapan yang tumbuh di kalanganmasyarakat Indonesia bahwa membeli asuransi berkaitan sama dengan menentang takdir.Hal ini menyebabkan rendahnya kesadaran penduduk untuk membeli atau mempunyaiasuransi kesehatan. Selanjutnya, keadaan ekonomi penduduk Indonesia yang sejakmerdeka sampai saat ini masih mempunyai pendapatan per kapita sekitar $ 1.000 AS pertahun, sehingga tidak memungkinkan penduduk Indonesia menyisihkan dana untuk membeli asuransi kesehatan maupun jiwa. Rendahnya deman dan daya beli tersebutmengakibatkan tidak banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi kesehatan. Selain itu, fasilitas kesehatan sebagai faktor yang sangat penting untuk mendukung terlaksananya asuransi kesehatan juga tidak berkembang secara baik dan distribusinya merata. Sedangkan dari sisi regulasi, Pemerintah Indonesia relatif lambat memperkenalkan konsep asuransi kepada masyarakat melalui kemudahan perijian dan kapastian hukum dalam berbisnis asuransi atau mengembangkan asuransi kesehatan sosial bagi masyarakat luas.6

  1. Definisi Asuransi Kesehatan

Health Insurance is the payment for the excepted costs of a group resulting from medical utilization based on the excepted expense incurred by the group. The payment can be based on community or experience rating.7Dari definisi di atas terdapat beberapa kata kunci yaitu:

  1. Ada pembayaran, yang dalam istilah ekonomi ada suatu transaksi dengan pengeluaran sejumlah uang yang disebut premi.

  2. Ada biaya, yang diharapkan harus dikeluarkan karena penggunaan pelayanan medik.

  3. Pelayanan medik tersebut didasarkan pada bencana yang mungkin terjadi yaitu sakit.

  4. Keadaan sakit merupakan sesuatu yang tidak pasti (uncertainty), tidak teratur dan mungkin jarang terjadi. Tetapi bila peristiwa tersebut benar-benar terjadi, implikasi biaya pengobatan dapat demikian besar dan membebani ekonomi rumah tangga. Kejadian sakit yang mengakibatkan bencana ekonomi bagi pasien atau keluarganya biasa disebut catastrophic illness.8

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa asuransi kesehatan merupakan suatu mekanisme pengalihan risiko (sakit) dari risiko perorangan menjadi risiko kelompok. Dengan cara mengalihkan risiko individu menjadi risiko kelompok, beban ekonomi yang harus dipikul oleh masing-masing peserta asuransi akan lebih ringan, tetapi mangandung kepastian karena memperoleh jaminan.3

Anatomi dari asuransi kesehatan terdiri dari rancangan optimal kebijakan asuransi kesehatan dan perjanjian coinsurance. Kebijakan yang ditetapkan harus memperhatikan dan mempertimbangkan secara cermat antara risiko berbagi dan masalah perusahaan seperti kerusakan moral (dorongan untuk mencari pelayanan kesehatan lebih karena mereka diasuransikan) dan kebutuhan yang dipengaruhi oleh supplier (dorongan dokter untuk menyediakan pelayananan lebih ketika mereka mendapatkan ganti rugi yang baik). Perjanjian optimal coinsurance dapat membuat pasien mendapatkan pelayanan kesehatan standar yang tidak berisiko dan terhindar dari perawatan kesehatan yang bernilai rendah. Kedua hal ini memotivasi perubahan sistem managed care di Amerika Serikat, yang menyatukan fungsi asuransi dan ketetapan, dan memperbolehkan adanya manajemen aktif terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.9

Analisis selanjutnya adalah mengenai pasar asuransi kesehatan dari kacamata ekonomi, yang menunjukkan bahwa pemilihan asuransi kesehatan dipengaruhi permintaan pasar, pilihan membuat orang mengoptimalkan rencana yang terbaik bagi mereka dan mendorong rencana untuk menyediakan layanan yang efisien. Akan tetapi, pilihan dalam menentukan asuransi kesehatan dipengaruhi oleh kecenderungan dari “si sakit” untuk memilih asuransi yang dermawan dibandingkan dengan “si sehat”. Hal ini terjadi karena orang dengan risiko rendah harus membayar jumlah yang sama dengan orang dengan risiko tinggi, hal ini juga berarti orang dengan risiko rendah harus membayar jumlah yang melebihi apa yang perlu jika mereka menginsuransikan dirinya sama dengan rata-rata kebanyakan orang. Alternatif yang dapat dilakukan adalah memberlakukan hak untuk membeli pelayanan kesehatan sesuai dengan prediksi status kesehatan di masa depan.9

  1. Jenis – Jenis Asuransi Kesehatan

Azwar A (1996) membagi jenis asuransi kesehatan berdasarkan ciri-ciri khusus yang dimiliki, sedangkan Thabrany H (1998) membagi atas berbagai model berdasarkan hubungan ketiga komponen asuransi kesehatan yaitu peserta, penyelenggara pelayanan kesehatan serta badan/perusahaan asuransi. Berdasarkan pendapat tersebut, secara garis besar ada beberapa jenis asuransi kesehatan yang ditinjau dari berbagai aspek.7

Ditinjau dari hubungan ketiga komponen asuransi

a. Asuransi tripartied; apabila ketiga komponen asuransi terpisah satu sama lain dan masing-masing berdiri sendiri.

b. Asuransi bipartied; PPK dapat merupakan milik atau dikontrol oleh perusahaan asuransi

Ditinjau dari jumlah peserta

Ditinjau dari jumlah peserta, asuransi kesehatan dibedakan atas:3

  1. Asuransi kesehatan individu (individual health insurance), jika pesertanya perorangan.

  2. Asuransi kesehatan keluarga (family health insurance), jika pesertanya satu keluarga.

  3. Asuransi kesehatan kelompok (group health insurance), jika pesertanya satu kelompok.

Ditinjau dari keikutsertaan anggota

Ditinjau dari keikutsertaan anggota, asuransi kesehatan dibedakan atas:3

  1. Asuransi kesehatan wajib (Compulsory Health Insurance). Asuransi kesehatan yang wajib diikuti oleh suatu kelompok tertentu misalnya dalam suatu perusahaan atau suatu daerah bahkan suatu negara.

  2. Asuransi kesehatan sukarela (Voluntary Health Insurance). Asuransi kesehatan yang keikutsertaannya tidak wajib tetapi diserahkan kepada kemauan dan kemampuan masing-masing.

Ditinjau dari kepemilikan badan penyelenggara

Ditinjau dari kepemilikan badan penyelenggara, asuransi kesehatan dibagi atas:3

  1. Asuransi kesehatan pemerintah (Government Health Insurance).Asuransi kesehatan milik pemerintah atau pengelolaan dana dilakukan oleh pemerintah. Keuntungan yang diperoleh khususnya bagi masyarakat kurang mampu karena mendapat subsidi dari pemerintah. Di lain pihak, biasanya mutu pelayanan kurang sempurna sehingga masyarakat merasa tidak puas.

  2. Asuransi kesehatan swasta (Private Health Insurance). Asuransi kesehatan milik swasta atau pengelolaan dana dilakukan oleh suatu badan swasta. Keuntungan yang diperoleh biasanya mutu pelayanan relatif lebih baik, sedangkan kerugiannya sulit dilakukan pengamatan terhadap penyelenggaranya.

Ditinjau dari peranan badan penyelenggara asuransi

Ditinjau dari peranan badan penyelenggara asuransi, asuransi kesehatan dibagi atas:7

  1. Hanya bertindak sebagai pengelola dana

Bentuk ini berkaitan dengan model tripartied, merupakan bentuk klasik dari asuransi kesehatan. Bentuk ini akan merugikan atau menguntungkan tergantung dari kombinasi dengan sistem pembayaran yang dijalankan. Jika dikombinasikan dengan reimbursment, akan merugikan. Sebaliknya jika dikombinasi dengan prepayment akan menguntungkan.

  1. Badan penyelenggara asuransi juga bertindak sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan. Jenis ini sesuai dengan bentuk bipartied, keuntungan yang diperoleh adalah pengamatan terhadap biaya kesehatan dapat ditingkatkan sehingga terjadi penghematan. Kerugiannya pelayanan kesehatan yang diberikan tergantung dari badan penyelenggara bukan kebutuhan masyarakat.

Ditinjau dari jenis pelayanan yang ditanggung

Ditinjau dari jenis pelayanan yang ditanggung, asuransi kesehatan dapat dibedakan atas:7

  1. Menanggung seluruh jenis pelayanan kesehatan, baik pengobatan (kurative), pemulihan (rehabilitative), peningkatan (promotive) maupun pencegahan (preventive). Dengan demikian pelayanan yang diberikan bersifat menyeluruh (comprehensive) dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta sehingga peserta jarang sakit dan secara timbal balik akan menguntungkan badan penyelenggara asuransi.

  2. Menanggung sebagian pelayanan kesehatan, biasanya yang membutuhkan biaya besar misalnya perawatan di rumah sakit atau pelayanan kesehatan yang biayanya kecil misalnya pelayanan kesehatan di puskesmas.

Ditinjau dari jumlah dana yang ditanggung

Ditinjau dari jumlah dana yang ditanggung, asuransi kesehatan dibagi atas:7

  1. Seluruh biaya kesehatan yang diperlukan ditanggung oleh badan penyelenggara. Keadaan ini dapat mendorong pemanfaatan yang berlebihan oleh peserta terutama bila keadaan peserta kurang.

  2. Hanya sebagian biaya kesehatan yang ditanggung oleh badan penyelenggara. Dengan cara ini dapat mengurangi pemanfaatan yang berlebihan atau moral hazard ditinjau dari pihak peserta karena peserta asuransi harus memberikan kontribusi yang telah ditetapkan bila memakai layanan kesehatan (cost sharing).

Ditinjau dari cara pembayaran kepada penyelenggara pelayanan kesehatan

Ditinjau dari cara pembayaran kepada penyelenggara pelayanan kesehatan, asuransi kesehatan terbagi atas:3

  1. Pembayaran berdasarkan jumlah kunjungan peserta yang memanfaatkan pelayanan kesehatan (reimbursment). Dengan demikian jumlah peserta berbanding lurus dengan jumlah uang yang diterima oleh penyelenggara pelayanan kesehatan.

  2. Pembayaran berdasarkan kapitasi yaitu berdasarkan jumlah anggota/penduduk yang dilayani, berdasarkan konsep wilayah.

Ditinjau dari waktu pembayaran terhadap PPK

Ditinjau dari waktu pembayaran terhadap PPK, asuransi kesehatan terbagi atas:7

  1. Pembayaran setelah pelayanan kesehatan selesai diselenggarakan (Retrospective Payment), biasanya dihitung berdasarkan service by service atau patient by patient.

  2. Pembayaran di muka (pre payment) yaitu diberikan sebelum pelayanan diselenggarakan, biasanya perhitungan berdasarkan kapitasi dengan pelayanan komprehensif dengan tujuan penghematan dan mengurangi moral hazard dari penyelenggara pelayanan kesehatan.

Ditinjau dari jenis jaminan

Ditinjau dari jenis jaminan, asuransi kesehatan dibagi atas:7

  1. Jaminan dengan uang, yaitu asuransi yang membayar dengan mengganti biaya pelayanan yang diberikan.

  2. Jaminan yang diberikan tidak berupa uang (Managed Care), contohnya: JPKM, Askes.

Asuransi kesehatan merupakan kelompok produk asuransi yang memberikan perlindungan atau proteksi atas resiko hilangnya sumber finansial dikarenakan oleh kondisi tertanggung yang mengalami suatu penyakit (illness), kecelakaan (accidental injury) atau karena ketidakmampuan (disability). Dalam kelompok ini terdapat 2 jenis produk, yaitu :

  • Medical Expense Coverage, yaitu jenis produk yang memberikan santunan guna membayar biaya perawatan tertanggung yang mengalami suatu penyakit atau karena kecelakaan.

  • Disability Income Coverage, merupakan produk yang memberikan santunan sebagai pengganti atas hilangnya penghasilan bagi tertanggung sebagai dampak dari ketidakmampuannya dalam bekerja.

2.4 Manfaat Asuransi Kesehatan

Ada beberapa manfaat asuransi kesehatan selain mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan antara lain:

  1. Asuransi merubah peristiwa tidak pasti menjadi pasti dan terencana

  2. Asuransi membantu mengurangi risiko perorangan ke risiko sekelompok orang dengan cara perangkuman risiko (risk pooling).

Dengan demikian terjadi subsidi silang; yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit, yang kaya membantu yang miskin.7

Apabila asuransi kesehatan dapat dilaksanakan, akan diperoleh beberapa manfaat yang secara sederhana dapat disimpulkan sebagai berikut:3,7

  1. Membebaskan peserta dari kesulitan menyediakan dana tunai

  2. Biaya kesehatan dapat diawasi.

Pengawasan yang dimaksud berupa diperlakukannya berbagai peraturan yang membatasi jenis pelayanan kesehatan yang dapat diberikan oleh penyedia pelayanan dan atau yang dapat dimanfaatkan oleh peserta.

  1. Mutu pelayanan dapat diawasi

Pengawasan yang dimaksud ialah memalui penilaian berkala terhadap terpenuhi atau tidaknya standar minimal pelayanan.

  1. Tersedianya data kesehatan

Data kesehatn yang lengkap diperlukan untuk merencanakan dan ataupun menilai kegiatan yang dilakukan.

  1. Masalah Asuransi Kesehatan

Dalam pengelolaan asuransi kesehatan seringkali dihadapkan kepada beberapa masalah, yaitu:3

  1. Mendorong penggunaan yang berlebihan, karena peserta tidak mengeluarkan uang tunai pada setiap kali pengobatan, sehingga terdapat kecenderungan untuk menggunakan pelayanan kesehatan secara berlebihan.

  2. Mendorong pelayanaan yang berlebihan, karena penyedia pelayanan memperoleh imbal jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan (reimbursement system), maka untuk meningkatkan pendapatannya, dilakukanlah penanganan yang berlebihan.

2.6 Pendekatan Baru

Pendekatan baru dan penyempurnaan dilakukan untuk mengatasi masalah klasik asuransi kesehatan. Penyempurnaan yang dimaksud antara lain:

  1. Mengganti sistem reimbursement menjadi sistem prepayment.

Sistem reimbursement pada saat ini tidak banyak lagi digunakan, karena sistem ini dapat mendorong pelayanan yang berlebihan yang dapat memberatkan biaya kesehatan. Untuk menyempurnakannya, sistem reimbursment diganti menjadi sistem prepayment. Di sini biaya dihitung sebelum pelayanan diberikan. Pada saat ini ada 3 bentuk prepayment yang dikenal, yakni:

  1. Sistem Kapitasi

Sistem kapitasi merupakan sistem pembayaran dimuka yang dilakukan oleh badan asuransi kepada sarana pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan harga untuk setiap peserta yang dipertanggungkan.dengan sistem ini, maka besarnya biaya yang dibayar Asuransi Kesehatan kepada saranan pelayanan kesehatan ditentukan oleh kesepakatan harga dikalikan dengan jumlah peserta yang dipertanggungkan.

  1. Sistem Paket

Sistem paket merupakan sistem pembayaran dimuka ynag dilkaukan oleh badan asuransikesehatan kepada sarana pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan harga untuk suatu paket pelayanan tertentu. Dengan demikian, maka besarnya biaya yang dibayar oleh badan asuransi kepada sarana pelayanan kesehatan ditentukan oleh peket pelayanan kesehatan yang dipertanggungkan. Penyakit apapun yang ditangani, jika mwmbutuhkan paket pelayanan yang sama, mendapat pembayaran dengan jumlah uang yang sama.

  1. Sistem Anggaran

Sistem anggaran merupakan sistem pembayaran dimuka yang dilakukan oleh badan asuransi kepada sarana pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan harga sesuai dengan anggaran yang diajukan oleh saranan pelayanan kesehatan.

Karena jumlah dana yang diterima oleh sarana pelayanan kesehatan tetap, maka penyelenggara pelayananan tidaka akan melakukan pelayanan yang tidak perlu. Dengan demikian akan diperoleh beberapa keuntungan, yakni:

    • Dapat mencegah kenaikan biaya

    • Dapat mendorong terselenggaranya pelayanan kedokteran pencegahan, yaitu dengan penggunaan pelayanan yang seperlunya saja agar penyedia pelayanan tidak sampai rugi, haruslah diupayakan upaya untuk mencegah peserta sakit.

  1. Menerapkan beberapa ketentuan pembatas

Untuk menghindari makin tingginya biaya kesehatan ialah dengan menggunakan beberapa pembatas dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Pembatas tersebut antara lain:

    • Hanya menanggung pelayanan kesehatan yang membutuhkan biaya tinggi, misalnya rawat inap dan pembedahan. Maka, untuk pelayanan kesehatan lain yang dipergunakan, peserta harus membayar sendiri

    • Hanya menanggung sebagian dari biaya pelayanan kesehatan dan sebagian lainnya menjadi tanggungan peserta (cost sharing).

  1. Memadukan badan asuransi dengan penyedia pelayanan

Badan asuransi di samping bertanggung jawab mengelola dana juga bertanggung jawab menyediakan pelayanan, sehingga dapat dilakukan pengelolaan dana sesuai dengan kebutuhan. Di Amerika Serikat, dikenal dengan nama Health Maintenance Organization (HMO).3

2.7 Asuransi Kesehatan Indonesia dan Pengelolaannya10,11

Asuransi kesehatan di Indonesia, relatif belum begitu berkembang. Pada saat ini asuransi kesehatan bertindak secara universal, beberapa jenis asuransi kesehatan yang berkembang diIndonesia:

2.7.1 Asuransi Kesehatan Sosial (Social Health Insurance)

Prinsip asuransi kesehatan sosial adalah bahwa kesehatan merupakan pelayanan sosial, pelayanan kesehatan tidak semata-semata diberikan berdasarkan status sosial masyaakat sehingga semua lapisan berhak untuk memperoleh jaminan pelayanan kesehatan.

Asuransi kesehatan sosial dilaksanakan dengan menggunakan prinsip sebagai berikut:

  1. Keikutsertaannya bersifat wajib

  2. Menyertakan tenaga kerja dan keluarganya

  3. Iuran/premi berdasarkan persentase gaji/pendapatan. Untuk Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) dipotong 6-8% bagi yang sudah berkeluarga dan 3% untuk yang masih bujangan. Askes menetapkan premi hanya 2% dari gaji pokok PNS. Idealnya , anggaran kesehatan harus dihitung 5% dari GDP.

  4. Premi untuk tenaga kerja ditanggung bersama (50%) oleh pemberi kerja dan tenga kerja.

  5. Premi tidak ditentukan oleh risiko perorangan, tetapi didasarkan pada risiko kelompok (collective risk sharing).

  6. Tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan awal.

  7. Jaminan pemeliharaan kesehatan yang diperoleh bersifat menyeluruh (universal coverage)

  8. Peran pemerintah sangat besar untuk medorong berkembangnya asuransi kesehatan sosial di Indonesia. Semua pegawai negeri diwajibkan mengikuti asuransi kesehatan.10

  1. Asuransi Kesehatan Komersial Perorangan (Private Voluntary Health Insurance)

Model asuransi kesehatan ini juga berkembangdi Indonesia, dapat dibeli preminya baik oleh individu maupun segmen masyarakat kelas menengah ke atas.Asuransi kesehatan komersial perorangan mempunyai prinsip kerja sebagai berikut:10

  1. Kepesertaannya bersifat perorangan dan sukarela

  2. Iuran/ premi berdasarkan angka absolut, ditetapkan berdasarkan jenis tanggungan yang dipilih

  3. Premi didasarkan atas risiko perorangan dan ditentukan oleh faktor usia, jenis kelamin, dan jenis pekerjaan

  4. Dilakukan pemeriksaan kesehatan awal

  5. Santunan diberikan sesuai dengan kontrak

  6. Peranan pemerintah rela

  1. Asuransi Kesehatan Komersial Kelompok (Regulated Private Health Insurance).

Jenis asuransi ini merupakan alternatif lain sistem asuransi kesehatan komersial dengan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

  1. Keikutsertaannya bersifat sukarela tetapi berkelompok

  2. Iuran/ preminya dibayar berdasarkan atas angka absolut

  3. Perhitungan premi bersifat community rating yang berlaku untuk kelompok masyarakat

  4. Santunan (jaminan pemeliharaan kesehatan) diberikan sesuai dengan kontrak

  5. Tidak diperlukan pemeriksaan awal

  6. Peranan pemerintah cukup besar dengan membuat peraturan perundang-undangan.10

7 Responses to “Tugas IKM; Tinjauan Pustaka Asuransi Kesehatan”


  1. 1 ria Juli 12, 2013 pukul 6:32 pm

    Cukup lengkap tugasnya.. Walaupun kalo diatas masih bercampur ya antara asuransi kesehatan sama jaminan sosial kesehatan.. Karena sebenernya beda mungkin bisa tu jadi pertanyaan ujian beda asuransi kesehatan sama jaminan sosial kesehatan.. Hehe
    Di indonesia emang blon berkembang jaminan sosial kesehatannya mudah2an bpjs kesehatan baru beroperasi 2014 itu pun masih banyak kendala.. Mungkin FK unsri bisa berbangga krn direktur utama askes yang akan memimpin bpjs kesehatan dengan universal coveragenya dr.fahmi idris alumni dan dosen fk unsri.. Btw, setelah jadi dirut dr.fahmi masih ngajar gk sih?

  2. 3 dieka Juli 12, 2013 pukul 7:50 pm

    Datang ke blog ini lansgung disodorin tinjauan pustaka, jadinya ga baca semua.. bisa langsung tidur saya baca yang gtu mah😄😀 otaknya ga kuat😀

    oia td sempet baca2 aboutnya.. jadi yang punya blog ini adalah dokter yang punya adik dokter yang punya adik dokter.. keren.. keluarga dokter

    hemm banyak sih yang mau dikomen td.. tp sudahlah… salam kenal yah.. kagek nak bekunjung lagi ksini..

    kalo inget:mrgreen:

  3. 5 windu April 5, 2014 pukul 10:05 am

    kak mau daftar pustaka yang ini juga dong untuk referensi, terima kasih sebelumnya. hehe.
    email saya: windumasardi@gmail.com

  4. 6 ratih April 7, 2015 pukul 9:03 pm

    Iya mbak minta DaPusnya🙂

  5. 7 nuraini amiruddin Desember 17, 2015 pukul 4:52 pm

    tlong daftar pustakanya dong, makasih sebelumnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 757,648 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?