Tugas IKM; Tinjauan Pustaka Pelayanan Kesehatan

Again, tinjauan pustaka dari TA yang Ma jadi pembimbingnya di stase IKM. Buat yang perlu daftar pustaka-nya bisa tulis email di komentar ya. Semoga berguna. 😛

Ah iya, setelah liat liat kumpulan tugas ini, kayanya emang Ma sering banget kasih tugas soal rokok ya? 😆

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Definisi Pelayanan Kesehatan5

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan pengertian pelayanan bahwa “pelayanan adalah suatu usaha untuk membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan orang lain. Sedangkan pengertian service dalam Oxford (2000) didefinisikan sebagai “a system that provides something that the public needs, organized by the government or a private company. Oleh karenanya, pelayanan berfungsi sebagai sebuah sistem yang menyediakan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Pelayanan kesehatan adalah upaya, pekerjaan atau kegiatan kesehatan yang ditujukan untuk mencapai derajat kesehatan perorangan/ masyarakat yang optimal/ setinggi-tingginya (Pusdokkes Polri, 2006).

Pelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dan yang preventif mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit agar terhindar dari penyakit.

Sebab itu pelayanan kesehatan masyarakat itu tidak hanya tertuju pada pengobatan individu yang sedang sakit saja, tetapi yang lebih penting adalah upayaupaya pencegahan (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif). Sehingga, bentuk pelayanan kesehatan bukan hanya puskesmas atau balkesma saja, tetapi juga bentuk-bentuk kegiatan lain, baik yang langsung kepada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, maupun yang secara tidak langsung berpengaruh kepada peningkatan kesehatan.

Bentuk-bentuk pelayanan kesehatan tersebut antara lain berupa Posyandu dana sehat, polindes (poliklinik desa), pos obat desa (POD), pengembangan masyarakat atau community development, perbaikan sanitasi lingkungan, upaya peningkatan pendapatan (income generating) dan sebagainya.

  1. Menurut Dubois & Miley (2005 : 317)

Sistem pelayanan kesehatan merupakan jaringan pelayanan interdisipliner, komprehensif, dan kompleks, terdiri dari aktivitas diagnosis, treatmen, rehabilitasi, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan untuk masyarakat pada seluruh kelompok umur dan dalam berbagai keadaan.

Berbagai sistem pelayanan kesehatan meliputi : pelayanan kesehatan masyarakat, rumah sakit-rumah sakit, klinik-klinik medikal, organisasi-organisasi pemeliharaan kesehatan, lembaga kesehatan rumah, perawatan dalam rumah, klinik-klinik kesehatan mental, dan pelayanan-pelayanan rehabilitasi.Pekerja sosial bekerja dalam berbagai sistem pelayanan kesehatan.

  1. Menurut Zastrow (1982 : 319 – 322)

Pelayanan kesehatan diorganisasi dalam komponen :

  1. Praktek dokter sendiri, kurang disupervisi, hanya bertanggungjawab kepada pasien, relatif terisolasi.

  1. Setting pelayanan rawat jalan berkelompok, seperti balai-balaiPengobatatau klinik-klinik khusus (seperti klinik ginjal, balai pengobatan gigi) atauyang diselenggarakan di perguruan tinggi atau sekolah-sekolah, dipabrik-pabrik, di perusahaan-perusahaan atau tempat-tempat kerja lain.

  2. Setting Rumah sakit

  3. Perawatan dalam rumah

  4. Pelayanan kesehatan masyarakat yang diorganisir dalam berbagai tingkatan : lokal, regional, oleh pemerintah pusat atau nasional, dan internasional.

Umumnya pelayanan kesehatan masyarakat disediakan melalui program-program kesehatan secara lokal, lebih fokus pada promotif dan pencegahan atau upaya perubahan masyarakat dalam mengatasi suatu masalah kesehatan, seperti memberantas penyakit menular.

  1. Menurut Johntson, M. (1988: 7 – 18)

Sistem kesehatan terbagi ke dalam subsitem:

  1. Yang menitikberatkan pada pelayanan kuratif

  2. Yang menitikberatkan pada pelayanan promotif dan preventif

  1. Jenis-Jenis Pelayanan Kesehatan5

  1. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (Primary health care)

Pelayanan yang lebih mengutamakan pelayanan yang bersifat dasar dan dilakukan bersama masyarakat dan dimotori oleh:

–          Dokter Umum (Tenaga Medis)

–          Perawat Mantri (Tenaga Paramedis)

Pelayanan kesehatan primer (primary health care), atau pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang paling depan, yang pertama kali diperlukan masyarakat pada saat mereka mengalami ganggunan kesehatan atau kecelakaan. Primary health care pada pokoknya ditunjukan kepada masyarakat yang sebagian besarnya bermukim di pedesaan, serta masyarakat yang berpenghasilan rendah di perkotaan. Pelayanan kesehatan sifatnya berobat jalan (Ambulatory Services)

2. Pelayanan Kesehatan Tingkat Kedua (Secondary health care)

Pelayanan yang lebih bersifat spesialis dan bahkan kadang kala pelayanan subspesialis, tetapi masih terbatas. Pelayanan kesehatan sekunder dan tersier (secondary and tertiary health care), adalah rumah sakit, tempat masyarakat memerlukan perawatan lebih lanjut (rujukan). Di Indonesia terdapat berbagai tingkat rumah sakit, mulai dari rumah sakit tipe D sampai dengan rumah sakit kelas A.

Pelayanan kesehatan dilakukan oleh:

–          Dokter Spesialis

–          Dokter Subspesialis terbatas

Pelayanan kesehatan sifatnya pelayanan jalan atau pelayanan rawat (inpantient services)

3. Pelayanan Kesehatan Tingkat Ketiga (Tertiary health care)

Pelayanan Kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan subspesialis serta subspesialis luas.

Pelayanan kesehatan dilakukan oleh:

–          Dokter Subspesialis

–          Dokter Subspesialis Luas

Pelayanan kesehatan sifatnya dapat merupakan pelayanan jalan atau pelayanan rawat inap (rehabilitasi)

Pelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dan yang preventif mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit agar terhindar dari penyakit.

Sebab itu pelayanan kesehatan masyarakat itu tidak hanya tertuju pada pengobatan individu yang sedang sakit saja, tetapi yang lebih penting adalah upaya-upaya pencegahan (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif). Sehingga, bentuk pelayanan kesehatan bukan hanya puskesmas atau balkesma saja, tetapi juga bentuk-bentuk kegiatan lain, baik yang langsung kepada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, maupun yang secara tidak langsung berpengaruh kepada peningkatan kesehatan.

  1. Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan5

Menurut Azwar (1996) suatu pelayanan harus mempunyai persyaratan pokok, hal ini dimaksudkan persyaratan pokok itu dapat memberi pengaruh kepada pasien dalam menentukan keputusannya terhadap penggunaan ulang pelayanan kesehatan.

  1. Tersedia dan berkesinambungan

Syarat pokok pertama pelayanan yang baik adalah pelayanan kesehatan tersebut harus tersedia di masyarakat (acceptable) serta bersifat berkesinambungan (sustainable). Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat tidak sulit ditemukan, serta keberadaannya dalam masyarakat adalah pada setiap saat dibutuhkan.

  1. Dapat diterima dan wajar

Syarat pokok kedua pelayanan yang baik adalah yang dapat diterima oleh masyarakat serta bersifat wajar artinya pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan kenyakinan dan kepercayaan masyarakat. pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan kenyakinan , adat istiadat, kebudayaan masyarakat serta bersifat tidak wajar bukanlah suatu keadaan pelayanan kesehatan yang baik.

  1. Mudah dicapai

Syarat pokok ke tiga adalah mudah dicapai (accessible) oleh masyarakat. Pengertian ketercapaian yang dimaksud disini terutama dari sudut lokasi. Dengan demikian untuk dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik maka pengaturan distribusi sarana kesehatan menjadi sangat penting. Bila fasilitas ini mudah dijangkau dengan menggunakan alat transportasi yang tersedia maka fasilitas ini akan banyak dipergunakan. Tingkat penggunaan dimasa lalu dan kecendrungan merupakan indikator terbaik untuk perubahan jangka panjang dan pendek dari permintaan pada masa yang akan datang.

  1. Terjangkau

Syarat pokok keempat pelayanan yang baik adalah terjangkau (affordable) oleh masyarakat. Pengertian keterjangkauan yang dimaksud disini terutama dari sudut biaya untuk dapat mewujudkan harus dapat diupayakan biaya pelayanan kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang mahal yang hanya dapat dinikmati oleh sebahagian masyarakat saja, bukan pelayanan kesehatan yang baik.

  1. Bermutu

Syarat pokok kelima pelayanan yang baik adalah bermutu (Quality) yaitu yang menunjukan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, yang disatu pihak dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan dan dipihak lain tata cara penyelenggaraan sesuai kode etik serta standar yang telah ditetapkan.

2.1.4 Perilaku Masyarakat dalam Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan6

Sebelum mulai membahas model utama dan kecendurungan dalam menggunakan pelayanan kesehatan, kita akan memperhatikan konsep kerangka kerja utama dari pelayanan kesehatan tersebut. Pada prinsipnya ada dua kategori pelayanan kesehatan: (1) kategori yang berorientasi kepada publik (masyarakat) dan (2) kategori yang berorientasi pada perorangan (pribadi). Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kategori publik terdiri dari sanitasi, imunisasi, kebersihan air, dan perlindungan kualitas udara. Pelayanan kesehatan masyarakat lebih diarahkan langsung kearah publik dari pada kearah individu-individu yang khusus. Di lain pihak pelayanan kesehatan pribadi adalah langsung kearah individu.

Seperti kebanyakan pengobatan, pelayanan kesehatan ditujukan langsung kepada pemakai pribadi (individual costumer). Studi tentang penggunaan pelayanan kesehatan dikaitkan dengan penggunaan pelayanan kesehatan pribadi. Karena itu, kita akan mengatasi bahasan kita mengenai penggukuran pelayanan kesehatan ke kategori pelayanan kesehatan pribadi.

Anderson dan Newman (1973) membuat suatu kerangka kerja teoritis untuk pengukuran penggunaan pelayanan kesehatan pribadi. Sehubungan dengan hal yang Universitas Sumatera Utarasangat penting dari artikel mereka adalah diterimanya secara luas defenisi dari dimensi-dimensi penggunaan atau pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Anderson dan Newman (1973) menyamakan 3 dimensi dari kepentingan utama dalam pengukuran dan penentuan pelayanan kesehatan, yaitu tipe, tujuan atau maksud, dan unit analisis.

a. Tipe

Tipe digunakan untuk memisahkan berbagai pelayanan kesehatan antara satu dengan yang lainnya. Anderson dan Newman menunjukkan bahwa ada perbedaan kecendurungan-kecendurungan jangka panjang dan jangka pendek untuk berbagi tipe dari pelayanan (seperti rumah sakit, dokter gigi, perawatan di rumah, dan lain-lain). Mereka juga menunjukkan penemuan-penemuan riset bahwa faktor-faktor penentu (determinan) individual bervariasi agak besar untuk penggunaan tipe-tipe yang berbeda pelayanan kesehatan. Karena kedua faktor ini (cenderung dan faktor penentunya berbeda) maka masuk akal bahwa satu komponen utama dalam pengaturan pelayanan kesehatan menjadi tipe dari pelayanan kesehatan yang digunakan.

b.Tujuan

Disini mereka menyerahkan 4 perbedaan dari perawatan: I primary, II secondary, III tertiary, dan IV custodial. Perawatan I dikaitkan dengan perawatan pencegahan (preventive care). Perawatan II dikaitkan dengan perawatan perbaikan (pengembalian individu ke tingkat semula dari fungsionalnya). Perawatan III dikaitkan dengan stabilitasdari kondisi yang memperhatikan penyakit jangka panjang. Perawatan IV dikaitkan semata-mata dengan kebutuhan pribadi dari pasien dan tidak dihubungkan dengan perawatan penyakit.

c. Unit Analisis

Unit analisis merupakan dimensi ke-3 dalam rangka kerja Anderson dan Newman yangmendukung 3 perbedaan diantara unit-unit analisis, yaitu: kontak, volume, episode.

Alasan utama bagi perbedaan ini adalah bahwa ciri-ciri khas individu mungkin menjadi tanggung jawab bagi sejumlah episode, sedangkan ciri-ciri khas dari sistem pembebasan (khususnya pada dokter) mungkin menjadi tanggung jawab utama bagi sejumlah akibat dari kontak kunjungan sebagai akibat dari setiap episode penyakit. Jadi karena jumlah kontak, episode, dan volume pelayanan yang digunakan ditentukan oleh faktor-faktor yang berbeda, maka pengukuran penggunaan pelayanan kesehatan akan membuat suatu perbedaan di antara unit-unit pelayanan kesehatan yang berbeda.

2.1.5 Upaya Promosi Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan7

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dapar terwujud. Di Indonesia hal ini sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Kesehatan Jangka Panjang / RPKJMN (2005-2024) yang menekankah arah pembangunan kesehatan lebih kearah promotif dan preventif yang seimbang dengan upaya kuratif dan rehabilitatif, dengan visi masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.

Peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat menurut Hendrik L Blum dipengaruhi oleh lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Lingkungan dan perilaku memegang peranan paling besar dalam meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat. Pengaruh lingkungan tidak sekedar hanya lingkungan fisik saja tetapi juga non fisik seperti sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Lingkup promosi kesehatan berdasarkan tingkat pelayanan kesehatan mencakup semua aspek dalam pelayanan kesehatan mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Artinya upaya promosi kesehatan ada pada aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Kadangkala ranah promosi kesehatan terkesan hanya pada upaya promotif dan preventif saja. Secara sasaran memang upaya promotif dan preventif sebagian besar (hampir sekitar 85%) sasarannya adalah orang sehat, sementara sasaran upaya kuratif dan rehabilitatif adalah orang sakit (sekitar 15%). Pendekatan upaya pembangunan kesehatan seharusnya dilakukan secara holistik atau secara makro, tidak menyelesaikan masalah kesehatan pada waktu seseorang sakit saja atau secara mikro.

Komitmen internasional sebenarnya sudah mulai mengarahkan akan pentingnya upaya penyelesaian masalah kesehatan secara menyeluruh atau holistik dengan memperhatikan determinan sosial yang mempengaruhi kesehatan. Ottawa Charter (1986) merupakan pertemuan internasional pertama tentang promosi kesehatan yang menekankan pada 5 (lima) area promosi kesehatan yaitu :

  1. Pengembangan kebijakan Publik yang mendukung kesehatan (developing healthy public policy),

  2. Penguatan gerakan masyarakat untuk hidup sehat (strengthening community action),

  3. Menciptakan lingkungan dan suasana yang mendukung kesehatan (creating supportive environment),

  4. Peningkatan kemampuan individu dan masyarakat untuk hidup sehat (developing personal skill),

  5. Reorientasi pelayanan kesehatan (reorienting health services)

Dalam piagam Ottawa tersebut juga mencantumkan ada 9 (sembilan) faktor sebagai prasyarat untuk kesehatan, yaitu: 1) Perdamaian/keamanan; 2) Tempat tinggal; 3) Pendidikan; 4) Makanan; 5) Pendapatan; 6) Ekosistem yang stabil dan seimbang; 7) Sumber daya yang berkesinambungan; 8) Keadilan social; dan 9) Pemerataan. Hasil pertemuan internasional promosi kesehatan Ottawa Charter banyak diilhami dari pemikiran tentang Primary Health Care (1978) yang pada waktu itu di Indonesia dikenal dengan istilah Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD).

Pertemuan internasional promosi kesehatan telah dilakukan sebanyak 7 (tujuh) kali pertemuan, mulai dari tahun 1986 di Canada dengan Ottawa Charternya, hingga pertemuan yang ke-7 di Nairobi Afrika Selatan tahun 2009. Penerapan dari pertemuan promosi kesehatan internasional tersebut menghasilkan strategi  promosi kesehatan ala  Indonesia yaitu  Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat yang dilandasi dengan Kemitraan.

Berdasarkan hal itu, pengertian promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mampu berperan serta secara aktif dalam pengembangan UKBM, sesuai sosial budaya setempat dan di dukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Pengertian promosi kesehatan tersebut mengandung makna bahwa upaya promosi kesehatan harus teringtegrasi dalam upaya menurunkan kesenjangan determinan sosial kesehatan.

2.1.6 Pelayanan Kesehatan Dalam Upaya Menurunkan Kesenjangan Determinan Sosial Kesehatan7

Determinan sosial kesehatan secara umum diartikan sebagai suatu kondisi sosial yang melatari kehidupan seseorang yang dapat mempengaruhi kesehatan atau penyakit. Secara umum determinan sosial yang mempengaruhi kesehatan adalah kelas sosial, awal kehidupan dan modal sosial. Kelas sosial masyarakat menengah ke atas berdampak positif terhadap kualitas kesehatan seseorang. Namun sebaliknya kelas sosial masyarakat menengah ke bawah berdampak negatif terhadap kualitas kesehatan. Selanjutnya pendekatan awal kehidupan menjelaskan bahwa kualitas kesehatan seseorang pada saat dewasa sangat dipengaruhi oleh perlakuan yang positif terhadap kesehatannya pada waktu mereka masih kecil bahkan sejak dalam kandungan. Sedangkan pendekatan modal sosial menjelaskan bahwa intervensi pembangunan terhadap lingkungan sekitar (sarana, fasilitas jalan, ketersediaan fasilitas lainnya) dapat berdampak positif terhadap kualitas kesehatan.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 diperoleh informasi bahwa banyak masalah kesehatan erat kaitannya dengan perilaku dan lingkungan. prevalensi merokok penduduk diatas 15 tahun yang merokok setiap hari sebesar 28,2% artinya ada sekitar 28,2 % penduduk berumur diatas 15 tahun berisiko terhadap penyakit yang dapat disebabkan oleh rokok.

Penyelesaian masalah kesehatan tersebut harus secara menyeluruh memperhatikan aspek sosial yang dapat mempengaruhi kesehatan. Contoh upaya peningkatan cakupan penimbangan balita tidak hanya melibatkan unsur kesehatan saja tetapi juga perlu melibatkan lintas sektor lainnya seperti PKK, tokoh agama, Kepala Desa dan perangkat pemerintah daerah lainnya, juga yang tidak kalah pentingnya perla melibatkan organisasi kemasyarakat dan dunia usaha.
Beberapa upaya promosi kesehatan yang telah dilakukan dalam rangka menurunkan determinan sosial kesehatan antara lain:


1. Dukungan promosi kesehatan dalam mengembangkan kebijakan sehat melalui upaya sosialisasi dan advokasi kepada lintas program dan sektor
Pusat Promosi Kesehatan  turut mendorong beberapa kebijakan berwawasan kesehatan khususnya terkait sosialisasi dan advokasi pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kebijakan yang telah dikembangkan antara lain: Perjanjian Bersama antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian dalam Negeri tentang KTR tahun 2010


2. Penguatan kemitraan melalui organisasi masyarakat dan dunia usaha
Pusat Promosi Kesehatan telah mengembangkan kemitraan dengan 17 Organisasi Masyarakat dan kemitraan dengan 23 Dunia Usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pelaksananaan pembangunan kesehatan.

3. Kampanye Kesehatan dalam rangka menciptakan lingkungan yang kondusif melalui berbagai saluran media dan berbagai kesempatan.

Pusat Promosi Kesehatan telah melakukan kampanye  berkaitan dengan program prioritas dan MDG’s, mendukung Hari-Hari Besar Kesehatan, dan mendukung event nasional lintas sektoral seperti  Hari Anak Nasional (HAN), dll.


4. Mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) melalui Gerakan Masyarakat dan Mobilisasi Sosial

Pusat Promosi Kesehatan telah mengembangan Desa Siaga Aktif, peningkatan kualitas posyandu dan UKBM lainnya (poskedes, poskestren) melalui upaya pembinaan, pengembangan PHBS di 5 tatanan, dan melakukan gerakan masyarakat dalam pembudayaan PHBS.

Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, ada beberapa simpulan dan rekomendasi dalam menurunkan determinan sosial kesehatan, sbb: 

  • Masalah kesehatan sangat komplek sehingga penyelesaiannya memerlukan peran aktif tidak hanya sektor kesehatan saja. Tingkat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis ditingkat mikro tetapi lebih ditentukan oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, politik ditingkat makro secara menyeluruh.

  • Implementasi pencapaian tujuan kesehatan masyarakat memerlukan langkah-langkah kebijakan intersektoral dan pendekatan multidisiplin yg dapat mengubah sosial determinan tersebut.

Pemerintah baik pusat, provinsi, kabupaten/kota; swasta dan masyarakat perlu mengupayakan pendorongan kebijakan investasi sosial dan ekonomis yg lebih besar di masyarakat guna mewujudkan kondisi sosial dan lingkungan fisik yg menguntungkan bagi tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi dan berkeadilan. 

Iklan

44 Responses to “Tugas IKM; Tinjauan Pustaka Pelayanan Kesehatan”


  1. 1 yuyun Juli 7, 2013 pukul 10:29 am

    tlng daftar pustakanya donk,,,ke emailku yuyunpupsitasari44@yahoo.com.thx

  2. 2 deon fairil Juli 28, 2013 pukul 6:59 pm

    tolong daftar pustakanya donk mbak ke email saya deonfairil@yahoo.co.id

  3. 4 Jeje Agustus 12, 2013 pukul 9:11 am

    Tolong daftar pustaka ke emailq juga mbk.. thanks
    Ajecampar@yahoo.co.id

  4. 5 roykardo Agustus 14, 2013 pukul 10:06 am

    boleh dong daftar pustaka nya gan… oee_ado@yahoo.com makasih banyaak

  5. 6 yuanico Agustus 22, 2013 pukul 2:25 am

    minta daftar pustakanya gan terima kasih yaa sukses terus…. : yuanico.lirauka@yahoo.com

  6. 7 Luthfi September 8, 2013 pukul 2:20 pm

    Min minta daftar pustaka nya ya, makasih min hehe fathin444@gmail.com

  7. 8 eliza September 14, 2013 pukul 9:39 pm

    min, minta daftar pustakanya dong 🙂
    mksh yhaaa 🙂
    elzozo.marcel@gmail.com

  8. 9 Jeje September 16, 2013 pukul 10:57 am

    ajecampar@gmail.com

    kirim kesini dong mbk,,, plisss

  9. 10 sabrina November 16, 2013 pukul 8:56 am

    tolong kirimin daftar pusakanya dooong eheh terima kasih yaa 😀 sabrinamaulidaa@gmail.com

  10. 11 siti alfah Desember 4, 2013 pukul 2:14 pm

    minta Dftr Pustakanya jg ya sitialfah81@yahoo.com

  11. 12 Pricila Bere Januari 24, 2014 pukul 7:07 pm

    terima kasih bisa dijadikan referensi utk skripsi sy,,,tolong dftar pustakax ke pricilabere99@gmail.com..mkasih

  12. 13 rahmi mahardika Februari 12, 2014 pukul 8:08 pm

    tolong kirimin daftar pusakanya dooong eheh terima kasih yaa 😀 rahmirayendra@gmail.com

  13. 14 ica Maret 13, 2014 pukul 5:24 pm

    tolong daftar pustaka nya la say ke email ku melindaica@gmail,com thanks

  14. 15 christine Maret 18, 2014 pukul 7:19 pm

    tolong daftar pustakanya ya ini emailnya christineelf941@yahoo.co.id 🙂 makasi

  15. 16 maryatie ulya Maret 30, 2014 pukul 3:56 pm

    minta daftar pustaka nya yaa 🙂
    email : ulya_alief@yahoo.com
    makasiih ^^

  16. 17 isa April 2, 2014 pukul 9:52 pm

    gan mintak daftar pustaka nya dong please ya ya
    buat referensi ke melindaica@gmail.com

  17. 18 windu April 5, 2014 pukul 9:59 am

    kak mau daftar pustakanya dong untuk referensi, terima kasih sebelumnya.
    email saya: windumasardi@gmail.com

  18. 19 alwin April 26, 2014 pukul 3:41 pm

    Aku juga dong kak, ditunggu yah alwinhuntua@gmail.com

  19. 20 uthie Mei 13, 2014 pukul 4:28 am

    boleh tau daftarpustakanya ga? makasih…

  20. 22 ulin Mei 26, 2014 pukul 4:40 pm

    emailnya ulin.nuha21@ymail.com makasihh banyak…

  21. 23 ning Juni 5, 2014 pukul 10:11 pm

    minta daftar pustakanya yah
    wahyuninglestari@yahoo.co.id
    butuh referensi 🙂

  22. 24 ozi Juni 15, 2014 pukul 10:33 pm

    minta dftar pustakanya dong kak, mksih
    kumel.ozi@gmail.com

  23. 25 tri Juni 18, 2014 pukul 5:09 pm

    minta daftar pustakanya kak…
    kirim ke: tfarida97@yahoo.com

  24. 27 Fifa Deha Juli 25, 2014 pukul 3:15 pm

    mohon daftar pustakanya kak…
    kirim ke: fifadh@yahoo.co.id Tks

  25. 28 yogi Agustus 27, 2014 pukul 11:48 pm

    tolong minta daftar pustakanya igoytodoy@yahoo.com

  26. 29 anti Agustus 31, 2014 pukul 12:00 pm

    terima kasih dapat djadkan refernsi tuk tugas akhir saya, tolong daftar pustakanya ke email saya zulfiah.nursanti@yahoo.com

  27. 30 yeni rimadeni September 3, 2014 pukul 5:43 pm

    trimakasih…. bisa shere daftar pustakanya ke email saya yenirimadeni@gmail.com trimakasih sebelumnya

  28. 31 Susan September 21, 2014 pukul 6:30 pm

    tolong dong kirimin daftar pustakanya di email saya bela.susan@yahoo.co.id

  29. 32 Irfan Yusnan November 14, 2014 pukul 8:42 pm

    Tolong dg dftar pustakanya,,,
    makasih.

  30. 33 Irfan Yusnan November 14, 2014 pukul 9:10 pm

    tolong daftar pustakanya dikirim ke irfanyusnan@gmail.com
    Terima kasih.

  31. 35 Yun amril Desember 16, 2014 pukul 6:42 pm

    Materinya bagus. Daftar pustkanya, boleh minta ? Tolong kirim ke yunamril06@gmail.com

  32. 36 afi Januari 16, 2015 pukul 6:15 am

    minta daftar pustakanya dong n.ngafiyah@gmail.com
    makasi 🙂

  33. 37 Nala Agustine Maret 25, 2015 pukul 5:45 am

    Alhamdulillah, dapat materi bagus. boleh minta daftar pustakanya min? ke email agustinenurlaili@gmail.com trimakasih 🙂

  34. 38 Arcy Gorilaz Agustus 1, 2015 pukul 5:36 am

    Wah nemu juga materinya, minta daftar pustaka boleh min ke smokegust@gmail.com makasih

  35. 41 Nona Intan Oktober 18, 2015 pukul 9:26 pm

    boleh minta daftar pustakanya? trimakasih banyak.. nona_intan@yahoo.com

  36. 42 madhy Desember 27, 2015 pukul 8:38 am

    boleh minta daftar pustakanya…hatur nuhun… chumpaw_nyuk@yahoo.co.id

  37. 43 Putri Mei 27, 2016 pukul 10:58 am

    Boleh minta daftar pustaka nya min? Buat referensi nih. Emailnya ke putri_farahdisa@yahoo.co.id

  38. 44 Flav Desember 21, 2016 pukul 8:05 am

    boleh kirim daftat pustakanya ke emaol febrianofordi@gmail.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 805,883 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?