Let it be,,

Bukan lagu baru sih, tapi baru baru ini Ma kedenger lagi, di satu film yang lagi adegan perang dan nguburin orang yang jadi korban perang. Sedih juga adegan itu.
Ma yang baru pulang jaga waktu itu jadi keinget kalo hari ini ada beberapa pasien UGD yang meninggal, dan jadi kepikiran,

Kok rasanya orang yang meninggal beneran kesannya ga se-dramatis dan bikin sedih kaya di film ini ya?

Ga tau juga kenapa, mungkin karena ngga kenal, atau karena pasien meninggal itu bukan lagi hal yang jarang ditemui. Apa Ma jadi sadis ya? Jadi ga peka? Jadi ga peduli? Atau emang manusiawi kalo akhirnya kita ga terlalu menganggap sesuatu, seperti kematian, menjadi hal yang besar kalo udah sering terjadi?

Ma sendiri ga mau jadi orang yang keras hatinya karena apa yang Ma lakukan di RS, jadi sering kehilangan kesabaran gara gara tingkah pasien dan keluarganya yang kadang-kadang kelewatan, jadi ga peduli hidup orang karena dianggap sebagai hal yang biasa, ga penting, atau bikin cape ajah.  😦

Oh iya, Ma belom sempet nulis tentang Ma di bedah. Ntar kalo sempet ditulis, Ma bikin deh, dengan meminimalisir hal hal yang harus disensor.😛

When I find myself in times of trouble
Mother Mary comes to me
Speaking words of wisdom, let it be.
And in my hour of darkness
She is standing right in front of me
Speaking words of wisdom, let it be.
Let it be, let it be.
Let it be, let it be.
Whisper words of wisdom, let it be.

And when the broken hearted people
Living in the world agree,
There will be an answer, let it be.
For though they may be parted there is
Still a chance that they will see
There will be an answer, let it be.

And when the night is cloudy,
There is still a light that shines on me.
Shine until tomorrow, let it be.
I wake up to the sound of music
Mother Mary comes to me
Speaking words of wisdom, let it be.

Let it be, let it be.
Let it be, let it be.
There will be no sorrow, let it be.

2 Responses to “Let it be,,”


  1. 1 rifu September 25, 2009 pukul 7:49 pm

    gimana kalo ternyata impulsiveness yang Ma rasakan itu justru untuk melindungi kemanusiaan Ma?

  2. 2 dwee September 25, 2009 pukul 11:02 pm

    Kalo di bedah emang ga kerasa ma, karena pasiennya datang dan pergi gitu aja. Tapi kalo yang meninggal pasien yang kita follow up tiap hari, lumayan sedih lho, wi pernah ngalamin di PDL. Sedih dan merasa bersalah karena ga bisa berbuat lebih banyak😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 757,648 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?