Trying to be back

I’m trying to be back being productive here. Hence me writing here again as a starter. Funny story, I used to blog a lot before being super productive doing my work, up to the point where I motivate myself to start working again with blogging first, hoping the rest of the routine will follow soon. I hope so. I want it. I need it.

TBH, 2019 isn’t going really well for me so far. I lost some of my things that my shrink called “places you charge your mental energy” in late 2018 to early 2019. I think I lost all three of them currently, -ish. I’m working on it to get things back in place tho. Slowly. Patiently. Starting with things that needed to be accepted, life.

Lanjutkan membaca ‘Trying to be back’

Happy wedding day, Ya!

I’m so proud of you. I’m happy for you. I’m praying that you’ll be happier each day.

Huhuhuhuhu hari ini Ya nikah, I’m so emotional. She looks so happy, I’m happy too. It’s the perfect day for her, it’s her moment.

Ma yang super bocor ini disuruh ga bilang bilang rencana nikahannya 3-4 bulan, stress gak? Ma yang super males dateng resepsi ini udah ikutan rempong gajelas persiapan sampe jadi winggirl di akad, kaget gak? Ma yang tukang telat ini cuma telat 1 menit dari jadwal yang Ya suruh buat dateng pagi ini, luar biasa gak? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Ga ada yang bisa di tulis terlalu banyak sih, just that I’m so happy and thankful for you, for everything. Ma bersyukur banget bisa kenal dan deket sama Ya selama ini. You’re the one that keep making me smile with our little rituals, like Sakabento dates or Kopi hangouts or “people change” random quotes. You’re the one that cry together with me in the crowded bus, in the car, in hospital, in our houses. You’re the one that accept me as I am, despite our huge differences.

You’re my person. You’re my exception for almost everything.

Thank you, I’m sorry, I love you, and now, congratulation, Mareza! ๐ŸŽ‰

Remember, Ya. Happy thoughts. โค๏ธ


Jadi, tadi ada jerawat pecah.

Gede, di hidung. Pas banget di hidung, pas banget lagi harus keluar rumah, pas banget besok ada acara.

Jadi, sambil bersihin lukanya, sambil ngaca. Karena ini lagi di hotel, ada kaca tambahan yang bisa di tarik di depan muka itu lho, sampe sekitar 10 senti depan muka.

Sambil ngeliatin jerawat yang pecah di hidung, ngelirik ke kantong mata. Ah! Ada kerutannya! Satu garis di kiri-kanan!

Sambil bersihin hidung pake tisu, ngelirik ke kulit di ujung mata. Ah! Ada bercak coklat kecil tipis di (lupa kiri apa kanan)!

Karena jerawatnya udah beres, dan udah terdistraksi sama yang lain, langsung kaca dimajuin lagi untuk ngeliat bagian lainnya selama 10 menit. Jerawat di sini, komedo di sana, kerutan di sini, milia di sana, bekas jerawat di mana-mana, tanda penuaan di mana-mana.

Kaget, karena biasanya ga pernah ngaca se deket ini, lampunya juga terang banget. Sampe pori pori keliatan semua.

Ah! Mungkin udah saatnya buat pake benda-bendi serba “age” itu. Mungkin udah harus lebih rajin perawatan biar gak kalah dengan gravitasi lebih jauh lagi. Mungkin udah saatnya makan sayur + suplemen untuk menambah anti-oksidan.

Sempet panik, gimana ini, 5 menit. Gimana ini nanti kalo jadi keliatan banget tuanya.

Abis itu, mikir ya udah aja yang bisa dikerjain ya dikerjain. Misalnya pake krem malem, cuci muka dan nambah makan sayur. Umur emang nambah, gravitasi ga bisa di lawan.

Lagian yang berniat liat muka Ma lebih dari 10 menit dengan jarak 10 senti glldan ngomentarin setiap blemish yang ada di muka, siapa sih? Lagian kalopun ada yang ngomentarin, itu bukan urusan Ma. Tapi urusan mereka sendiri.

Abis itu, mikir. Apa artinya karena itu jadi rencana minimal 1, 2, 3 gak usah dikerjain aja? Karena toh gak usah perlu mikirin orang lain juga. Tapi Ma mau, soalnya buat sendiri. Karena Ma mau mempertahankan keriput yang masih sedikit ini se lama mungkin, karena Ma pengen coba ngerjain 1, 2, 3 itu ya Ma sendiri.

Terus, Ma gak panik lagi setelah itu.

Jadi, tadi ada jerawat pecah.

2011-2019, closing a chapter

Delapan tahun itu lama juga ya. Iya, delapan tahun pegang satu posisi di tempat yang sama. Iya, kerja di Azzahra. Time doesn’t really fly in my case, I felt it ticking.

Karena Ma nanti jadi PNS (ini masih ada yang mau kaget dan bilang “serius Ma? PNS?” ๐Ÿ˜‚) jadi nanti Ma gak bakal jadi direktur lagi. Bukan hari ini sih, tapi ya tahun ini, nunggu SK-nya turun. Tapi kayanya enak kalo nulis dan ngeposnya pas anniversary gitu. ๐Ÿ˜‚

So, let me do throwback of my 8 years there.

Lanjutkan membaca ‘2011-2019, closing a chapter’

Respect is a two way street

Chessy quote, I know. Doesn’t make it any less true tho.

Iya, salah satu mata kuliah yang Ma ajarkan, tentang interprofessional communication, dan tentang mimpi untuk bisa mengembangkan interprofessional education pada dunia akademik dan mengaplikasikannya pada dunia kerja.

Biasanya slide interprofessional education/communication itu dimulai dengan ilustrasi lucu yang captionnya “How can they work together if they don’t learn together?” Kalo di Indonesia, bisa pake pribahasa yang populer “Tak kenal maka tak sayang.”

Lanjutkan membaca ‘Respect is a two way street’


How can a verse hit so close to home? Like, OMG COME ON KIM JIWON MY HEART ๐Ÿ˜ญ

The song is not my style, but the lyrics, the lyrics OMG. There’s so many part in the lyrics that were so relatable it hurts. But this Bobby’s part is still the most relatable part among all.

What’s my 2018’s accomplishment?

Not sure, seriously not sure.

Lanjutkan membaca ‘What’s my 2018’s accomplishment?’

Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!


Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 904.308 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?