10 out of 10 in a day

I’ve never, or maybe it’s super rarely happening to me so I considered it as never, really have a 10 out of 10 moment in a day in my life. You know, kind of a continuous momentum of amazing thing in a day when nothing goes wrong for at least 24 hours? Or one AMAZING GIGANTIC GREAT thing that makes everything else doesn’t matter at all. That kind of 10 of 10? Yeah.

But now that I think of it, it’s okay to not have a 10 out of 10 in a day. A win is a win, no matter what. If there are negative things or feelings happening following to that win of mine, let it be related or not, doesn’t need to take away the happiness proudness and gratefulness I have just now.

Let’s just try to manage those feelings proportionally. At the end of the day, even a bad thing or bad feeling that happened can be a lesson for me, and it might be another win because I’m learning a new lesson.

Semangat Ma!

Mudik yang bukan mudik

Selama ini Ma dan keluarga di rumah ga pernah mudik lebaran, kecuali kalo lagi sekolah. Kenapa? Karena rumahnya ya di Palembang, keluarganya hampir semua di Palembang. So it’s safe to say that ya kampung halamannya ya di Palembang. Jadi tiap lebaran ya dirayain di rumah aja.

Lanjutkan membaca ‘Mudik yang bukan mudik’

Dilema LBP dan traveling

Jadi, tiga minggu yang lalu aku pertama kali ngerasain LBP, dan sampe sekarang masih suka cenut cenut gitu. Dulu, Ma biasanya satu satunya yang beda sendiri. Misalnya satu satunya yang ga pake kacamata, juga yang ga pernah sakit pinggang. Ohwell, sampe akhirnya sekarang kejadian.

Lanjutkan membaca ‘Dilema LBP dan traveling’

Kecantol nonton badminton

Funny how big groundbreaking news didn’t trigger me to write yet my new hobby does. Iya, nonton badminton. Lebih tepatnya kenalan sama akun badminton di Twitter yang lanjut bikin aku nonton acara badminton dan akhirnya aku mikir hal yang lebih intense daripada sekedar “seru ya nonton badminton 🏸 “

Lanjutkan membaca ‘Kecantol nonton badminton’

Keluar rumah! ✈️

Rizma Adlia #dikamaraja Syakurah ini bisa dibilang beneran di kamar aja selama pandemi. Dari 2020 bulan Maret sampe 2021 bulan September, bisa dibilang ga sampe sebulan sekali Ma keluar rumah. Walaupun Ma sadar penuh kalo itu adalah salah satu bentuk privilege karena Ma bisa full kerja di rumah, but sometimes it’s not that easy.

Lanjutkan membaca ‘Keluar rumah! ✈️’

NGL I teared up a little looking at this beautiful view

The unsung heroes of medicine

Nontonin Hospital Playlist season 2 ini lumayan roller coaster juga ya, sejauh ini aku punya dua episode fave, ep 6 sama ep 9, yang mau aku bahas kali ini. Sejujurnya Sara udah pernah bahas ini, dan aku awalnya ga ada niatan untuk nulis disini, tapi karena ada kejadian yang lumayan relate dengan topik ini di kelas minggu lalu, aku jadi kepikiran.

Lanjutkan membaca ‘The unsung heroes of medicine’

Akhirnya COVID-19 masuk rumah juga.

Sebenernya, kalo dipikir pikir pintu masuk COVID-19 di rumah bukannya dikit, Papa masih praktek di Azzahra, Sara juga kerja di RSUD dan Charitas yang rumah sakit rujukan COVID-19, Mama sebelom jaman PPKM masih berangkat berangkat keluar kota buat kerjaan KKI, dan perawat nekno masih PP ke rumahnya masing-masing.

Lanjutkan membaca ‘Akhirnya COVID-19 masuk rumah juga.’

100 citations; another milestone unlocked + another imposter syndrom (or not)

I’m happy. I’m so happy. I’ve been happy for the last three hour-ish over this random announcement I found when I’m about to search an article. It said that my account on Google Scholar reached 100 citations. I’m surprised that I’m so happy about it. The first five minutes spent on thinking whether I should be happy over this, thinking while smiling, yet hesitating to share or post it with my friends and family because y’know, it’s not all that great and it’s not like I made a huge discovery or something. But still, I’m happy.

Lanjutkan membaca ‘100 citations; another milestone unlocked + another imposter syndrom (or not)’

Because life happened

There are SO MUCH THINGS HAPPENING TO ME these last three months but for some reason I’m super lazy to write about it. So I keep procrastinating and procrastinating until yesterday I found out that I had difficulty in writing a full paragraph which usually come naturally to me. Hence this post. 😂

Lanjutkan membaca ‘Because life happened’

Different kind of loneliness

Kepikiran nulis lagi setelah berbulan bulan ngilang dari blog ini, dan pencetusnya masih karena hal yang sama dalam satu tahun lebih ini, COVID-19. Prolong quarantine ini udah lebih dari satu tahun, udah ngerasain periode bosan di rumah, helpless gabisa banyak bantu, berusaha produktif, cari hobi baru di rumah, kesel sama yang bandel, semangat edukasi, cape ngerjain tugas dan ngajar online, sedih karena ada teman, keluarga, guru, rekan kerja dan kenalan yang meninggal karena COVID-19, seneng karena akhirnya vaksin dateng, excited bantuin vaksinasi dengan jadiin Azzahra salah satu faskes vaksinator, bersyukur liat kurva landai dan menurun mulai Februari, dan sekarang balik helpless lagi liat kurva beranjak naik saat orang sedang sibuk buka puasa bersama, tarawih tanpa protokol kesehatan, mudik padahal sudah dilarang, nongkrong cantik, seminar offline di luar kota, dan kalo entah acara apalagi yang mendadak diadain offline karena ngerasa semua udah aman dan baik baik aja.

Lanjutkan membaca ‘Different kind of loneliness’

Tentang Kintsugi dan psikoterapi.

Jadi, minggu lalu Ma mulai maraton drama Jepun setelah dua-tiga bulan ini nyelem di drama Mandarin. Ga tau kenapa rasanya lagi ga sanggup untuk komit nonton drama yang panjang gitu, jadi pilihan drama Jepun yang episodenya pendek dan topiknya unik ini jadi pilihan Ma.

Setelah beberapa drama yang ditonton, akhirnya ketemu sama drama yang bikin Ma gatel untuk nulis banyak banget hal yang ada disana. Karena kesannya lumayan relatable sih ya, topik tentang duit juga lumayan menarik buat Ma. Saking gatelnya, begitu selesai nonton aku langsung review dramanya. 😂😂😂

Terus, dari segitu banyak topik yang ada di drama ini (yang padahal cuma empat episode lho ini!) yang pertama Ma mau bahas ini tentang Kintsugi, atau seni memperbaiki barang pecah belah ala Jepun.

Lanjutkan membaca ‘Tentang Kintsugi dan psikoterapi.’

Selamat jalan Pak Jalal

Belum satu minggu dari kabar Bu Jalal meninggal, sore ini dapet informasi bahwa Pak Jalal meninggal. Kaget sih ya, kabar meninggal ini bukan sesuatu yang bisa di-biasa-kan walaupun di periode pandemi ini, apalagi kalo yang meninggal ini salah satu orang yang berjasa di salah satu fase hidup Ma.

Lanjutkan membaca ‘Selamat jalan Pak Jalal’

I feel surprisingly okay? 😂

Kaget sih ya, not gonna lie. Sejujurnya I’m not really into birthdays. Yah suka suka aja sih sebenernya, tapi yang bukan gimana banget gitu memaknainya atau selebrasinya. Tapi entah kenapa taun ini rasanya lebih tenang dari tahun tahun sebelumnya, terutama daripada 3 tahun terakhir.

Lanjutkan membaca ‘I feel surprisingly okay? 😂’

am I really an open book?

Super random. Jadi ada buku yang aku cuekin lama di deket tempat tidur gitu tadi sore aku pindahin karena mau ngamen kampus sehat, terus selesai ngamen aku iseng ngambil bukunya lagi, terus aku buka di random halaman. Dapetnya ini.

Lanjutkan membaca ‘am I really an open book?’

Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

web stats

Makasih banget buat

  • 961.872 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?