Burke was… He took something from me. He took little pieces of me, little pieces over time, so small I didn’t even notice, you know? He wanted me to be something I wasn’t, and I made myself into what he wanted.
One day I was me, Cristina Yang, and then suddenly I was lying for him, and jeopardizing my career, and agreeing to be married and wearing a ring, and being a bride.
Until I was standing there in a wedding dress with no eyebrows, and I wasn’t Cristina Yang anymore. And even then, I would’ve married him. I would have.
I lost myself for a long time. And now that I’m finally me again, I can’t.
I love you. I love you more than I loved Burke. I love you. And that scares the crap out of me because when you asked me to ignore Teddy’s page, you took a piece of me, and I let you.
And that will never happen again.
—Cristina Yang / Grey’s Anatomy / Season 6, Episode 13: State of Love and Trust
Begitu nonton itu, Ma ngerasa kaya Christina lagi ngomong sesuatu yang Ma rasain tapi belom pernah Ma bisa bilang dengan jelas. Sejelas kalimat kalimat itu.
Rasanya gimana ya, bukannya gak mau kompromi atau egois atau gimana, tapi dari sekian banyak sifat Ma, ada satu atau dua hal yang buat Ma adalah sesuatu yang “Ma banget”, dan rasanya ada sebagian dari diri Ma yang hilang dengan mengikuti atau ‘kompromi’ dengan apa yang pasangan atau orang lain inginkan.
Kalo dalam kasus Christina, masalahnya adalah karena Owen meminta Christina buat nyuekin panggilan dari Teddy Altman, konsulen TKV-nya, untuk berada bersama Owen. Christina emang keras dan overachiever. Tapi dalam hal ini beda, TKV adalah passion-nya Christina, dan nyuekin panggilan dari guru yang dia suka itu bukan sekedar bikin sedih, juga rasanya membunuh sebagian dari diri Christina.
Ma gak bilang Ma salah. Kenyataan kalo ada peryataan ‘and I let you’, sama seperti Christina, merupakan bagian dari kesalahan pribadi Ma. Itu kelemahan yang harus Ma sadari dan Ma terima. Tapi kalo sampe hal yang salah dan bikin hal itu kejadian dua kali? Yang bener aja!
Ma gak bisa menjelaskan dengan detil masalahnya Ma yang terkait dengan kalimat kalimat di atas, tapi kayanya orang yang membuat Ma melakukan hal yang gak pengen Ma lakukan itu bakal ngerti kalo baca kalimat itu, dan tahu kalo sekedar minta maaf gak bakal cukup. Juga, Ma juga bisa jadi terus inget tentang hal hal yang Ma udah lewati, dan Ma jadikan pelajaran.
Never again!


Rizma Adlia Syakurah,








wew,menarik bgt ya mengambil sebuah sample kehidupan nyata dari sebuah tontonan,relevankah?entahlah krn yg mengetik tulisan ini juga ga benar benar tahu ada apa dan mungkin pura pura tidak tahu,heheheehehe
Buat Ma sih jelas relevan.
never again to give any comment,mahaaal hahahaha
Salam Kenal Untuk Semuanya Yaa…
Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”..
Salam kenal mbak.
ma bisa bagi email ngga? kirim ke estiapriiani@yahoo.co.id dong~ makasih
Yang Sepi ini sedang ditemai oleh secangkir Kopi dan Sebatang Rokok.. Namun Ditambah Baca Artikel.. Mancaaapppp..