Ah, gara gara buka twitter yang udah lama Ma ga buka, jadi dapet topik buat nulis.
Ini terkait tentang Permenkes tentang Praktik Keperawatan dan komentar seputar itu yang bikin Ma somehow bingung-aneh-miris-kaget-cemas. Mungkin dari judulnya, kesan tentang adanya izin praktik untuk perawat terkesan aneh, malah bisa bikin kita mikir “apa apaan nih? yang bener aja!!” Kurang lebih kaya gitu deh.
Masalahnya, kita kan sebagai orang yang civilized dan well educated sebaiknya ga menilai sesuatu dari bungkusnya aja, apalagi dari judulnya. Jadi sebaiknya kita mulai dengan baca satu satu pasal ini, dengan husnudzan, meaning kita ga pake praduga praduga yang macem macem dulu, karena takutnya jadi bias.
Naaah, sejauh yang Ma baca, Ma setuju setuju aja sama isinya, karena menempatkan kompetensi sesuai pada tempatnya. Juga dijelaskan apa hak-nya, kewajiban-nya, juga pengecualian yang diberikan kalo ga ada dokter disana. Harap diingat buat temen temen kalo penatalaksanaan keperawatan itu beda kok dengan penatalaksanaan kedokteran, kalo ga percaya coba donlot contoh contoh Askep yang banyak di blog-blog itu deh, hopefully bisa ngerti apa maksud dibikinnya peraturan ini.
Toh sebenernya masalah praktik, bidan juga D3 dan praktik, ga ada masalah tho? Selama semua bekerja sesuai kompetensinya. Malah kita diuntungkan karena banyak tenaga ahli yang bisa membantu untuk memberikan pelayanan kesehatan, juga bagus buat masyarakat yang di daerahnya belum ada dokter. Gitu.
Hehehehe, tentang masalah kita yang udah S1 tapi belom boleh praktek? Ya iya dong, kita kan diharapkan memberikan pelayanan kuratif dengan kompetensi yang sangat luas, jelas aja perlu waktu lebih lama buat belajar itu, juga buat mematangkan skill yang kita punya, supaya waktu nanti kita udah jadi dokter, kita bisa menyelamatkan nyawa. How cool is that, guys?
Ma sih seneng!!
Inget inget aja terus, kita ga diizinkan praktik pribadi sekarang ada alasannya, karena kita masih perlu supervisi. Karena pekerjaan ini untuk menyelamatkan nyawa, bukan buat sekedar lembaran atau puluhan lembaran pink yang kita terima. Our job saves life, and those people could help us save more life. ![]()

Cheers.
PS: Tiba tiba inget quote-nya Bailey di Grey’s Anatomy
“He’s an intern. Interns are basicly teenagers. We are not hard on them because it’s fun. We’re hard on them because this is a life and death job. They need to learn that. There’s a reason why we have a picking order in the hospital. It saves lives”
*Semoga tidak menyinggung berbagai pihak, Ma bikin ini tanpa niat merendahkan siapapun*
Rizma Adlia Syakurah,








disini mana ada perawat cm kasih obat bebas, smw obat y dikasih dokter, mereka jg bisa beli dan kasih kepasien mulai digoxin, ampe alprazolam..plang mempermudah mereka praktek layakny dokter, peraturan cm bole merawat dan kasih obat bebas g dipathuin sama mereka yang pasang plang, buktiny pasieny abis berobat ma perawat dtg lg ke gw bawa dua obat itu
Kan itu peraturannya Lih, jadi kalo mau komplen ya sama implementasi kebijakannya, karena menurut Ma kebijakannya oke oke aja. Toh kalo ada apa apa mereka bisa dituntut, sama aja kaya kita.
OOooh… jadi gak boleh buka praktek sendiri ya..? Baguslah, untuk menghindari malpraktik.
eh, saya ndak merasa direndahkan kok, ma. tenang saja