Ini quote Ma dapet dari tweet-nya Paulo Coelho, dan bener bener bikin Ma ngakak. I mean literary ngakak.

I love who I am, why don't you?
Kenapa ya, rasanya Ma dapet kesan kalo somehow Ma ngerasa dapet temen yang setuju sama Ma kalo diet itu hal yang menyiksa diri dan sia sia. Bukan berarti Ma ngeles karena Ma ga mau diet dan ga mau sehat, karena Ma mau sehat. Tapi ini masalah yang lain, yaitu being superficial.
Kenapa Ma sering dengan bermasalah dengan topik superfisial? Padahal Ma bener bener tau kalo itu tuh konyol, dan ga pantas dipikirkan, karena ga penting. Sayangnya biarpun Ma ngerasa begitu, dan Ma tau begitu, di sekeliling Ma banyak sekali orang yang begitu, yang seringkali sadar ga sadar, juga kadang kadang dengan keyakinan seratus sepuluh persen mengeluarkan remark yang sangat physical oriented, brand oriented, de.el.el.
Kenapa begitu? Karena itu dianggep sebagai hal yang lumrah, wajar, manusiawi, dan oke-oke aja. Ma pribadi ga punya masalah sama orang yang mau buat ngerelain diri mereka ga makan, diet, atau apapun demi pasangan mereka, demi dilirik cowo di tengah jalan, demi memenuhi keinginan orang lain, itu hak orang untuk melakukan apapun, walaupun Ma menganggap itu konyol. Yang suka bikin Ma miris itu komentar orang orang yang menyetujui tindakan seorang teman *yang ngga ndut ndut amat* yang sampai ga makan berhari hari karena ingin kurus demi pacarnya, dan setiap kali mau makan harus minta izin dari pacarnya dengan kata kata:
Emang dia rada gendut sih.
Eh iya ya dia diet, bagus deh, biar kurusan.
Ga ada sedikitpun kepedulian terhadap tindakan dia yang ga makan, ataupun kekhawatiran dia nanti sakit, keanehan kenapa harus pacarnya yang mengatur apa yang dia harus makan, dan kenapa dia harus merasa dia kurang cantik.
Memangnya kenapa sih? Kenapa kalau ada orang yang pendek, hidungnya pesek, jilbabnya panjang, bibirnya tebel, kulitnya coklat, badannya gendut, ada bekas jerawat, rambutnya tipis, ga suka barang branded, kakinya pendek, pipinya tembem, pantatnya tepos, gayanya tomboy, apapunlah, Kenapa? KENAPA?
Selama itu ga mengganggu kesehatan lho ya.
Apalagi kalo alasannya konyol, seperti:
Nanti ga ada yang mau sama kamu lho!
Ih, ntar apa kata orang orang?
Eh, kata orang sih yang kaya gitu itu ga gaul!
Apapun alasan yang dipakai, lagi lagi kecuali alasan kesehatan, yang bisa bikin kita rendah diri, merasa jadi ga suka sama kita, dan jadi mau berubah demi orang lain, dan bukan demi kita.
Kenapa? Berubah demi orang lain itu wise? rela berkorban? Karena yang ngeliat itu orang lain?
Kalo gitu, siapa yang merasa semua itu? siapa yang menanggung semua kesulitan, penderitaan, kesedihan demi pemuasan penilaian orang lain?
Saran Ma sih ada satu aja, dan itu ada di Pon and Zi ini.

Someone would love you as you are. Trust me.
Rizma Adlia Syakurah,, agak panjang sih namanya,, tapi penuh do'a dari Mama Papa,,







Ma kalo ngga mau makan harus izin ke aku!
gapapa banget, tapi kalau bisa jangan semuanya ada di satu orang, repot juga itu
Salam… buat orang orang yang mengaku mencintai dan menyayangi “Ma”… jangan pernah mengaku mencintai atau menyayangi “Ma” bila tidak berusaha membuat “Ma” lebih baik…
Well, it’s one person’s opinion.
ingin berubah itu motivasi yang bagus, sebenarnya tanpa di niatkan pun perubahan pasti terjadi. yang jadi masalah adalah memaksakan diri untuk menjadi atau berubah menjadi sesuatu yang tidak dia mengerti adalah bisa di katakan sebagai kebodohan, dan semakin lengkap kebodohan itu jika berlandaskan alasan yang mengada2.
diet adalah tindakan yang bisa di pelajari dan di pahami sehingga seseorang bisa melakukannya sesuai dengan aturan dan langkah2 dan pemahaman yang benar membuat orang melakukannya dengan bertanggung jawab.
menjadi lebih cantik dan menarik itu manusiawi. memaksa orang [termasuk melakukan doktrinasi atau anjuran dengan paksaan dan ancaman] untuk melakukan sesuatu apapun bentuknya tidak bisa di benarkan. diet yang tidak mendapat bimbingan dan pengawasan juga tidak di benarkan, setidaknya itu tidak sesuai dengan prinsip bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
pa kabar rizma [kok ga pernah mampir ke blog aku lagi siy?]
Kabar baik, Akew.
Itulah maksud Ma. Lakukan sesuatu dengan tujuan yang baik, dan cara yang benar.
yg penting berusaha mnjaga kebersihan dan kesehatan… termasuk kesehatan “hati” ruhani.
Jadi teringat Afrika. Anak-anak yang busung lapar itu, jangan-jangan, juga disuruh pacarnya.
Kalau benar… wuih. Pecahkan saja pacarnya biar ramai deh.
Ahahahaha, apa mungkin?