Referat Penyakit Jantung Bawaan, VSD.

Semangat!!! Ada yang perlu referat VSD? Semoga berguna. :D

Penyakit Jantung Bawaan

2.1 Pendahuluan

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan susunan jantung yang mungkin sudah terdapat sejak lahir.

2.2 Epidemiologi

Penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi dan anak cukup banyak ditemukan di Indonesia. Laporan dari berbagai penelitian di luar negeri menunjukkan 6-10 dari 1000 bayi lahir hidup menyandang panyakit jantung bawaan. Terjadinya penyakit jantung bawaan masih belum jelas namun dipengaruhi oleh berbagai faktor. Terdapat kecenderungan timbulnya beberapa PJB dalam satu keluarga. Ductus arteriosus persisten (DAP) dan defek septum atrium (DSA) lebih sering dijumpai pada anak perempuan, sedangkan stenosis aorta lebih sering dijumpai pada anak laki-laki. Pembentukan jantung janin yang lengkap terjadi pada akhir semester pertama potensial dapat menimbulkan gangguan pembentukan jantung.

2.3 Etiologi

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan yang disebabkan oleh gangguan perkembangan sisitem kardiovaskular pada masa embrio. Faktor penyebabnya antara lain:

  1. Faktor Eksogen

Faktor penyebab PJB terutama terdapat selama dua bulan pertama kehamilan adalah Rubella pada ibu dan penyakit virus lainnya, talidomid, obat-obatan dan radiasi.

  1. Faktor Endogen

Meliputi faktor genetik dan adanya sindrom tertentu. Faktor genetik mungkin hanya memegang peranan kecil dan biasanya kelainan kromosom jarang didapat. Walaupun demikian beberapa keluarga mempunyai insiden PJB tinggi, jenis PJB yang sama terdapat pada anggota keluarganya.

2.4  Klasifikasi

Penyakit jantung bawaan diklasifikasikan menjadi :

  1. Penyakit jantung bawaan sianotik

Penyakit jantung sianotik ditandai oleh adanya sianosis sentral akibat adanya pirau kanan ke kiri diantaranya tetralogi fallot, transposisi arteri besar, double outlet right ventricle (DORV).

  1. Penyakit jantung bawaan nonsianotik

Dari PJB nonsianotik, dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu; (1) kelompok dengan pirau kiri ke kanan seperti ductus arteriosus persisten (DAP), defek septum atrium (DSA), defek septum ventrikel (DSV); (2) kelompok dengan obstruksi jantung kanan seperti sianosis katup pulmonal, (3) kelompok dengan obstruksi jantung kiri seperti stenosis katup aorta, koartaksio aorta, dan stenosis mitral.

2.5  Tahapan Diagnosis PJB

Evaluasi awal untuk menegakkan diagnosis PJB meliputi 4 tahap yakni; (1) evaluasi klinis yang meliputi riwayat penyakit/anamnesis dan pemeriksaan fisik, (2) pemeriksaan penunjang sederhana termasuk EKG, dan foto toraks, (3) ekhokardiografi, (4) kateterisasi jantung yang meliputi penghitungan hemodinamik dan angiografi.

2.6 Defek septum ventrikel (DSV)

Defek septum ventrikel merupakan PJB yang paling sering ditemukan, yaitu 30% dari semua jenis PJB. Pada sebagian besar kasus, diagnosis kelainan ini ditegakkan setelah melewati masa neonatus, karena pada minggu-minggu pertama bising yang bermakna biasanya belum terdengar oleh karena resistensi vaskular paru yang masih tinggi dan akan menurun setelah 8-10 minggu.

Secara anatomis DSV dapat diklasifikasikan sesuai letak defeknya. Klasifikasi menurut Forum ilmiah kardiologi anak indonesia yang membuat klasifikasi DSV berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh Soto dkk, yaitu: (1) DSV perimembran outlet, inlet, trabekular, konfluens; (2) DSV muskular posterior, trabekular, infundibular dan (3) DSV subatrial (doubly commited subatrial) yang disebut juga tipe oriental karena lebih banyak ditemukan pada orang asia daripada orang kulit putih.

         Berdasarkan fisiologisnya, DSV dapat diklasifikasikan menjadi (1) DSV defek kecil dengan resistensi vaskular paru normal, (2) DSV defek sedang dengan resistensi vaskular paru bervariasi, (3) DSV  defek besar dengan peningkatan resistensi vaskular paru dari ringan hingga sedang, (4) DSV defek besar dengan resistensi vaskular paru yang tinggi.

2.6.1 Manifestasi klinis

a.        DSV defek kecil; biasanya anak tampak sehat dan pada pemeriksaan fisik didapatkan holosistolik bising grade IV/VI dan thrill dapat teraba di sepanjang sternum kiri bawah dan dapat meluas ke sepanjang tepi kiri sternum.
b.       DSV defek sedang; terdapat gangguan pertumbuhan yaitu berat badan yang kurang. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan bunyi jantung 3 yang disertai middiastolic rumble yang terdengar di apeks.
c.       DSV dengan defek besar; dengan peningkatan tahanan vaskular paru, penderita tampak takipnea denga retraksi otot-otot pernapasan. Bunyi jantung ke 2 atau komponen pulmonal terdengar mengeras.

2.6.2 Pemeriksaan Penunjang

  • §  Gambaran Elektrokardiografi

Pada DSV defek kecil EKG biasanya normal. Pada defek sedang sering didapatkan hipertrofi ventrikel kiri, akibat pirau kiri ke kanan yang akan menyebabkan beban tekanan pada ventrikel kiri. Sering tidak didapatkan hipertrofi ventrikel kanan. Pada bayi gambaran EKG sering tidak menunjukkan kelainan.

Pada penderita DSV besar dengan tekanan ventrikel kiri dan kanan yang sama selain tampak gambaran hipertrofi ventrikel kiri juga didapatkan hipertrofi ventrikel kanan. Bila terjadi hipertensi pulmonal maka hipertrofi ventrikel kanan tampak makin menonjol, bahkan hipertrofi ventrikel kiri dapat menghilang.

  • §  Radiologis

Pada defek kecil gambaran radiologis menunujkkan ukuran jantung normal dan vaskularisasi normal. Pada defek sedang tampak pembesaran jantung dan peningkatan vaskular paru. Pada foto PA tampak bayangan jantung melebar ke arah bawah dan kiri, akibat pembesaran ventrikel kiri yang dsiertai peningkatan vaskularisasi paru.

2.6. 3 Perjalanan Alamiah

  • ·         Menutup spontan

Sebagian besar penderita DSV kecil menutup spontan pada 2 tahun pertama kehidupan. Penutupan lebih sering terjadi pada tipe muskular dan perimembran.

  • ·         Prolaps katup aorta

Sering ditemukan pada tipe DSV doubly commited subatrial. Prolaps katup aorta adalah deformitas tepi katup aorta bagian anterior dan inferior yang menonjol sehingga gerakan katup akan berkurang dan menyebabkan penutupan DSV. Jika deformitas katup telah terjadi, keadaan ini berkembang menjadi regurgitasi katup aorta. Sehingga walaupun defek kecil tetapi jika terdapat prolaps katup aorta tetapi belum terdapat vregurgitasi aorta maka harus segera harus dilakukan penutupan defek. Penelitian menunjukkan bahwa penutupan defek pada penderita yang telah mengalami regurgitasi aorta pascaoperasi masih didapatkan regurgitasi aorta.

  • ·         Aneurisma septum membranacea

Adalah jaringan yang berasal dari katup trikuspid yang menyebabkan penutupan spontan atau pengurangan ukuran defek. Lebih sering didapatkan penderita DSV tipe perimembran.

  • ·     Stenosis Infundibulum

Terjadi akibat reaksi hipertrofi otot infundibulum ventrikel kanan, sehingga akan menghambat aliran darah ke paru dan menyebabkna pirau dari kiri ke kanan dan DSV berkurang sehingga penderita menunjukkan perbaikan.

  • ·         Hipertensi pulmonal

Terjadi pada DSV besar dan bila hal ini terjadi akan meningkatkan resiko operasi.

  • ·         Penyakit vaskular paru

Sebagian kecil penderita DSV berkembang menjadi penyakit vaskular paru obstruksi sehingga terjadi pirau dari kanan ke kiri dan jika hal ini terjadi maka penderita tidak dapat dioperasi.

2.6.4 Komplikasi

  1. a.        Gagal jantung
  2.  Endokarditis

2.6.5 Tata Laksana

  1. a.       Terapi medikamentosa

Penderita DSV dengan defek kecil tidak memerlukan terapi. Penderita dengan defek besar dapat mengalami gagal jantung dan pada penderita ini diberikan terapi untuk gagal jantungnya.

  1. b.      Terapi intervensi

Intervensi bedah penutupan defek dengan operasi.10

About these ads

0 Responses to “Referat Penyakit Jantung Bawaan, VSD.”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat datang!!

Rizma Adlia Syakurah,

Ini semua tentang Ma dan hal hal yang berputar disekeliling Ma.
tentang seorang Ma.

Mau nge-OOT, sini aja.

Kumpulan Foto,,

Quote yang Ma suka!

Blog fave-nya Ma!!

Kategori!!

Kumpulan cerita Ma,,

Hasil ronde,,

Edan banget, yet, I Love it,,!!

Makasih banget buat

  • 475,338 orang

Just an encouragement,,

Hindari rokok sebisanya. Sudah merokok? Merokoklah dengan manusiawi.
Di sini anti rokok mas/mbak,,
mari dimatikan rokoknya,,

Berdiskusilah secara dewasa...
Ga terima ad Hominem!
terimanya duit dan makanan,,

Lembar Verifikasi?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.558 pengikut lainnya.